Di Sidoarjo Berujung Sengketa, Sistem Parkir PT ISS Justru Diminati Daerah Lain!
SIDOARJO | Barometerjatim.com – Kerja sama pengelolaan parkir antara Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo dengan pihak swasta, PT Indonesia Sarana Servis (ISS)-KSO berujung sengketa hukum berkepanjangan.
PT ISS sempat memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. Dishub kemudian banding dan hasilnya pada 5 Mei 2026 putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya membatalkan putusan PN Sidoarjo.
Baca juga: 2 SDN Terpencil di Sidoarjo Belum Tersentuh MBG, Mimik Pastikan Akhir Juli Beres!
Aras dasar tersebut, Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki kembali melayangkan tagihan ke PT ISS untuk melunasi kewajibannya yang tertunggak selama dua tahun sebesar Rp 14,8 miliar. Rinciannya pada 2025 sebesar Rp 7,7 miliar dan Rp 7,1 miliar untuk tagihan 2024.
Hingga kini, PT ISS belum membayar kewajiban yang ditagihkan Dishub, bahkan memberi sinyal akan menempuh langkah hukum lain. Di sisi lain, Dishub sudah berkirim ke PN Sidoarjo untuk permohonan eksekusi.
Tata Kelola Parkir
Direktur Operasional PT ISS, Dian Sutjipto menilai sengketa tersebut tidak semata-mata persoalan wanprestasi sebagaimana selama ini yang berkembang di ruang publik.
“Polemik tersebut justru menutupi persoalan yang lebih mendasar, yakni tata kelola parkir dan komitmen Pemkab Sidoarjo dalam menjalankan kerja sama dengan investor,” katanya, Selasa (21/7/2026).
Menurut Dian, selama empat tahun (pra-kerja sama-pasca) terlibat langsung dalam pengelolaan parkir di Sidoarjo, pihaknya menemukan berbagai persoalan yang sebenarnya memiliki solusi.
Baca juga: Kondisi 2 SDN Terpencil di Sidoarjo Bikin Elus Dada, Mimik: Tidak Bisa Dibiarkan!
Namun perubahan itu dinilai sulit diwujudkan, karena masih adanya pola pikir birokrasi yang belum berorientasi pada pelayanan publik.
"Saya bilang sepele karena kami empat tahun menemukan permasalahan dan solusinya, tapi mereka terlalu sayang kantong yang selama ini terisi rutin dengan karut-marut pengelolaan parkir ini. Jadi ya boleh dikatakan bahwa ini kesengajaan, keruwetan yang menimbulkan keuntungan oknum," bebernya.
Terlebih, Dian mengklaim sistem pengelolaan parkir yang dikembangkan PT ISS di Sidoarjo justru mendapat perhatian dari pemerintah daerah lain.
Bahkan, menurutnya, pengalaman tersebut pernah dipresentasikan di kementerian dan sejumlah Pemda yang ingin mempelajari konsep pengelolaan parkir modern.
Baca juga: Ditagih Dishub Sidoarjo soal Setoran Parkir Rp 14,8 M, Begini Jawaban PT ISS!
"Lha di masa purna kerja sama dengan Sidoarjo, saya alhamdulillah sampai diundang kementerian dan beberapa Pemda perihal kerja sama parkir ini,” kata Dian.
“Karena banyak Pemda yang butuh. Malah di Sidoarjo tempat kami mulai belajar dan riset ndak bisa diajak maju dan berubah," imbuhnya.{*}
| Baca berita Sengketa Parkir Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur