Penderita HIV di Sidoarjo Bertambah, Terungkap 316 Kasus Baru!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Jumat, 31 Jul 2026 03:11 WIB
KASUS MASIH TINGGI: HIV di Sidaorjo secara kumulatif capai 7.230 kasus dengan 316 kasus baru. | Data: SIHAPIMS Sidoarjo

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Hari-hari ini, Kabupaten Sidoarjo yang dipimpin Bupati Subandi menjadi sorotan karena tingginya kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Terlebih setiap tahun terjadi penambahan kasus Orang dengan ODHIV (Orang dengan HIV).

Tahun ini hingga Juni, merujuk data SIHAPIMS (Sistem Informasi HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual) Kabupaten Sidoarjo, terungkap 316 kasus baru.

Baca juga: HIV di Sidoarjo Capai 7.230 Kasus, PCNU Prihatin: Jangan Biarkan Rusak Generasi!

"Penemuan kasus baru Januari-Juni 2026," terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, dr Lakshmie Herawati Yuwantina saat dihubungi, Kamis (30/7/2026).

Tren penambahan kasus tersebut menurun dibandingkan 2025 yang sebanyak 651. Namun total kumulatif ODHIV sejak 2001-2026 terus bertambah mencapai 7.230. Pada 2001 tercatat masih 4 kasus dan terus mengalami peningkatan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada rentang 2020-2026.

Pada 2020 di era Bupati Saiful Ilah, ODHIV mencapai 3.885. Sedangkan pada 2021 di era Bupati Achmad Muhdlor Ali, kembali naik menjadi 4.346 dan pada 2022 naik lagi menjadi 5.032.

Kenaikan Signifikan

Tak berhenti di situ, pada 2023 kasus ODHIV di Sidoarjo kembali mengalami kenaikan signifikan sebanyak 631 menjadi 5.663. 

Tahun berikutnya melesat menjadi 6.263, dan pada 2025 di awal kepemimpinan Subandi kembali naik menjadi 6.914 kasus. Bahkan pada pertengahan 2026 ini, periode Januari-Juni, kembali naik 316 menjadi 7.230.

Baca juga: HIV di Sidoarjo Meledak Capai 1.183 Kasus, DPRD Desak Dinkes Skrining Jemput Bola!

Terkait penanganan, Lakshmie menjelaskan bahwa Dinkes Sidoarjo sudah mengagendakan skrining ODHIV sebanyak 60 kali dalam setahun. Hingga saat ini sudah terlaksana 30 kali.

"Dinkes sudah mengagendakan skrining 60 kali dalam setahun, sudah terlaksana separuh. Sisanya dilaksanakan semester II,” ucapnya.

Sebelumnya juga sempat ramai terkait temuan 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0-24 tahun sejak 2001-Juni 2026. Rinciannya pada kelompok usia 0-10 tahun sebanyak 117 kasus, usia 11-17 (60), dan usia 18-24 (1.006).

Sampai-sampai Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lewat Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, dr Andi Saguni turut bersuara meluruskan data yang ada.

Baca juga: Dinkes Sidoarjo Bantah Ada 522 Pelajar Terpapar HIV: Tinggal 53 Kasus!

Dia menegaskan, meningkatnya jumlah kasus HIV di Sidoarjo merupakan dampak dari semakin luasnya layanan deteksi dini. Sehingga, lebih banyak masyarakat mengetahui status kesehatannya dan dapat segera memperoleh pengobatan.

“Kami mengajak masyarakat untuk memahami informasi secara utuh dan tidak menimbulkan stigma terhadap ODHIV. HIV merupakan penyakit kronis yang dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral,” kata Andi dalam keterangannya.{*}

| Baca berita Dinkes Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer