Airlangga Pribadi Tutup Usia, Gus Hans: Jatim Kembali Kehilangan Sosok Kritis!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman meninggal dunia akibat serangan jantung di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Kabar meninggalnya akademisi yang juga dikenal sebagai pengamat politik kritis tersebut disampaikan Dosen Ilmu Komunikasi Unair, Suko Widodo melalui pesan di grup wahatsapp.
Baca juga: Catatan Gus Hans: Muktamar yang Tak Berdaya di Depan Istana
"Kabar lelayu (berita duka cita). Mas Airlangga Pribadi, dosen FISIP Unair, siang ini meninggalkan kita semua. Mohon dimaafkan segala salah dan khilafnya selama hidupnya," tulisnya.
Wakil Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang yang juga tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) KH Zahrul Azhar As'ad, turut berduka atas kepergian Airlangga.
"Saya turut berbela sungkawa, berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Mas Airlangga Pribadi," kata kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut.
Di mata Gus Hans, Airlangga merupakan sosok yang memiliki kredibilitas dan integritas yang tinggi terhadap keilmuan dan juga kebenaran.
"Mas Airlangga tidak segan-segan untuk berkata benar, ketika memang secara ilmiah, secara pengetahuan yang dimilikinya memang benar," katanya.
Baca juga: Isu 'Paket Istana' di Muktamar NU, Gus Hans: Jangan Rendahkan Marwah Rais Aam!
Gus Hans juga semakin merasa kehilangan, karena Jawa Timur kini semakin mengalami krisis sosok maupun tokoh kritis.
“Setelah Cak Sholeh (pengacara 'No Viral No Justice') dan juga beberapa tokoh serta aktivis lain yang selama ini kritis untuk membela kebenaran di Jatim, semakin banyak yang mendahului kita,” ucapnya.
“Mudah-mudahan para tokoh kritis yang telah mendahului kita, ditempatkan di sisi Allah Swt dengan tempat yang layak,” sambung Gus Hans.
Sekjen Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok itu juga berharap, di Jatim tumbuh lagi Cak Sholeh-Cak Sholeh maupun Airlangga-Airlangga baru yang bisa menjaga integritas dan kredibilitasnya.
Baca juga: Opini Gus Hans: Supremasi AHWA Jaga Marwah Organisasi Melalui Keteladanan Ulama
“Saya secara pribadi memiliki kenangan dengan Mas Airlangga, janjian ngopi yang belum terlaksana. Beberapa waktu lalu sudah janjian masih belum menemukan jadwal, tapi Allah berkehendak lain,” pungkasnya.{*}
| Baca berita Kabar Duka. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur