Kiai Maruf: Tak Didukung Kiai NU Kultural, Malapetaka!

Reporter : Roy Hasibuan  |   Rabu, 12 Sep 2018 21:42 WIB
SILATURAHIM: (Dari kiri) Nyai Machfudhoh, Nyai Wury, Kiai Ma'ruf Amin dan Kiai Asep di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Rabu (29/9). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

MOJOKERTO, Barometerjatim.com - Bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma'ruf Amin, meminta agar tak ada lagi pemisahan ataupun friksi antara kiai Nahdlatul Ulama (NU) struktural dan kultural. Apalagi pemisahan itu sampai membuat kiai NU kultural tidak mau mendukungnya di Pilpres 2019.

"Ini malapetaka saya kira," katanya saat silaturahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto asuhan KH Asep Saifuddin Chalim, Rabu (19/9/2018).

Baca juga: KPK Garap Klaster Anwar Sadad, Akankah Tuduhan Khofifah Terima Fee Hibah 30% Diusut?

"Saya datang ke sini (silaturahim dengan Kiai Asep) memang ingin mendapat dukungan. Jangan sampai saya diposisikan sebagai NU struktural, kemudian NU kulturalnya tidak mau mendukung," ujarnya.

Agar pemisahan tersebut terhapus, Kiai Ma'ruf meminta Kiai Asep memelopori, membuatkan langkah untuk menyatukan para kiai NU. "NU itu didirikan kiai, karena itu NU milik kiai, baik struktural maupun kultural," tandasnya.

"Sebenarnya yang struktural itu cuma sopir, yang membawa, mengendalikan, bukan pemilik NU. Tapi yang punya NU itu kiai-kiai, termasuk kiai-kiai kultural," tambahnya.

Baca juga: VIDEO: Dukung Khofifah di Pilgub Jatim, Sultan Madura Haji Her Habis 38 M!

Wajar Kiai Ma'ruf sampai menyebut malapetaka, kalau tidak didukung kiai NU kultural di Pilpres 2019. Belajar dari Pilgub Jatim 2018, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang hanya didukung struktural PWNU Jatim, kalah dari Khofifah Indar Parawansa yang didukung mayoritas kiai kultural. Selisihnya pun cukup jauh: 1.389.204 (7,11 persen).

Kiai Ma'ruf juga menegaskan, kehadirannya di Ponpes Amanatul Ummah bukan untuk memberi nasihat maupun taushiyah sebagai rais aam PBNU, melainkan untuk mohon doa dan dukungan di Pilpres 2019.

"Saya selama ini berada di jalur kultural melalui NU, melalu MUI. Nah sekarang mau masuk ke pemerintahan, jadi bergeser sedikit. Mudah-mudahan langkah ini membawa maslahat lebih besar," katanya.{*}

Baca juga: Haji Her Sebut Tak Pernah Minta Back Up ke Pejabat: Kalau Ada Saya Bayar Rp 10 M!

» Baca Berita Terkait KH Ma'ruf Amin, Pilpres 2019, Nahdlatul Ulama


Berita Terbaru

Berita Populer