DPRD Sidoarjo Buka-bukaan IPAL SPPG: Tak Lebih dari 10 yang Penuhi Standar!

Reporter : -
DPRD Sidoarjo Buka-bukaan IPAL SPPG: Tak Lebih dari 10 yang Penuhi Standar!
BUKA-BUKAAN: Usman, tak lebih dari 10 SPPG di Sidoarjo yang IPAL-nya penuhi standar. | Foto: Barometerjatim.com/HADI

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Usman menyoroti tajam standar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin dalam kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“MBG ini program bagus selama SPPG-nya memenuhi standar. Yang dikatakan standar itu ya standar semuanya, termasuk IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya,” katanya.

“Apa yang disampaikan Dinkes (Dinas Kesehatan) dengan yang disampaikan Dinas Pendidikan ini bertolak belakang. Dinkes mengatakan bahwa SPPG tersebut memenuhi standar, saya bisa pastikan bahwa IPAL-nya ndak memenuhi standar. Pasti itu!” tegasnya.

Kalau IPL-nya memenuhi standar, lanjut Usman, tidak mungkin Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo, Lilik Sulistyowati saat mendampingi Bupati Subandi sidak ke SPPG Kalitengah menyampaikan mencium bau luar biasa.

“Sudahlah, saya berani pastikan dari sekian banyak SPPG di Sidoarjo, IPAL yang penuhi standar ndak lebih dari 10. Monggo (silakan) kita cek bareng-bareng,” katanya.

Mungkin, lanjut Usman, seperti yang disampaikan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori bahwa Dinkes dalam memberikan persetujuan bisa jadi di bawah tekanan dan lain sebagainya.

“Ayo kalau kita sama-sama fair, ndak ada yang memenuhi standar IPAL-nya, ndak akan lebih dari 10. Dari sekian banyak (sekitar 170 SPPG) saya pastikan ndak lebih dari 10 yang memenuhi standar,” kata Usman.

“Kalau dibantah monggo nanti dibantah, karena saya tahu IPAL yang memenuhi standar itu seperti apa,” imbuhnya.

Saat hearing dengan Komisi B dan D DPRD Sidoarjo, Kamis (3/9/2026), Lilik Sulistyowati mengungkap kondisi SPPG Kalitengah yang menyebabkan ratusan santri dan siswa keracunan massal MBG.

“Memang pada saat masuk yang saya lihat itu adalah mungkin aroma ya. Jadi tempat cuci ompreng, itu bawahnya adalah ngapunten (mohon maaf).. got, seperti itu," kata Lilik.

"Dan terlihat dari atas tempatnya kita masuk itu baunya luar biasa. Itu dari depan, pada saat kita masuk itu aja aromanya sudah luar biasa,” tandasnya.

Sampai di dalam tempat SPPG Kalitengah, Lilik melihat tempat penyimpanan, pengolahan, dan lain sebagainya mungkin memang sudah cukup. 

“Tapi pada saat kebersihan di depannya memang ada aroma yang mungkin kurang apa ya.. kurang sedap,” ucapnya.{*}

| Baca berita Keracunan MBG. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.