Heboh Puisi Neno Warisman, JK: Kampanye yang Keliru

barometerjatim.com  |   Sabtu, 23 Feb 2019 16:52 WIB

Jusuf Kalla di acara Forum Silaturahim Gawagis Nusantara. | Foto: Barometerjatim.com/marjan apJusuf Kalla di acara Forum Silaturahim Gawagis Nusantara. | Foto: Barometerjatim.com/marjan ap
Jusuf Kalla di acara Forum Silaturahim Gawagis Nusantara. | Foto: Barometerjatim.com/marjan ap

SURABAYA, Barometerjatim.com Puisi Neno Warisman di acara "Munajat 212" bikin heboh. Bahkan memantik reaksi keras dari banyak pihak, terutama pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca juga: VIDEO: Kusnadi Sempat Ungkap Pelaku Utama Korupsi Hibah Jatim ke KPK, Siapa Dia?

Menurut Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), puisi perempuan yang juga wakil ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tersebut bagian dari kampanye pemenangan di Pilpres 2019 tapi keliru.

"Saya kira keliru ya. Ya namanya kampanye, tapi kampanye yang keliru," tegas JK usai mengisi acara Forum Silaturahim Gawagis Nusantara di Ballroom Hotel Wyndham Jl Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (23/2/2019).

Tak hanya soal puisi, JK juga menanggapi terkait intimidasi terhadap wartawan di acara yang digelar di kawan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (21/2/2019) tersebut.

"Intimidasi kepada siapa saja, kepada wartawan, kepada pegawai lain, kepada masyarakat, itu tentu salahlah. Jadi tentu ada hukumnya, ya jalankan saja aturannya," katanya.

Seperti diberitakan, acara Munajat 212 menjadi sorotan karena selain adanya intimidasi terhadap wartawan peliput acara juga diwarnai puisi heboh Neno Warisman.

Baca juga: Dikorupsi Gila-gilaan! Nih Besaran Hibah Jatim Tiap Tahun di Periode Pertama Khofifah

Puisi Neno disesalkan banyak, termasuk Cawapres nomor urut dua, Ma'ruf Amin. "Pertama, Pilpres kok jadi kayak Perang Badar? Perang Badar itu kan perang habis-habisan. Hidup-mati, kita kan hanya memilih pemimpin," kata Ma'ruf di Mal Palm Cengkareng, Jakarta Barat, hari ini, seperti dikutip media online.

Ma'ruf menilai doa Neno itu tidak tepat, dan menegaskan apa yang sedang dijalani di Indonesia bukan perang.

"Kedua, menempatkan posisi yang lain sebagai orang kafir. Masa Pak Jokowi dengan saya dianggap orang kafir. Itu sudah tidak tepat. Menyayangkanlah. Kita kan Pilpres, bukan Perang Badar," tandasnya.

Baca juga: Laju Inflasi Jatim Melonjak Capai 0,76%, Tertinggi di Pulau Jawa!

Berikut bait potongan puisi dalam video yang beredar luas di media sosial:

Namun kami mohon jangan serahkan kami pada mereka
Yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak cucu kami
Dan jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

ยป Baca Berita Terkait Pilpres 2019, Jusuf Kalla

Tags :

Berita Terbaru

Berita Populer