PWM Jatim: Tak Mungkin Semua Tertampung di Sekolah Negeri
SWASTA NISCAYA: KH Saad Ibrahim, tidak mungkin semuanya tertampung di sekolah negeri. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SURABAYA, Barometerjatim.com Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, KH Saad Ibrahim angkat bicara soal kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi.
Baca juga: Kritisi LKPJ, DPRD Sidoarjo Sentil Subandi soal Pendidikan hingga Infrastruktur!
Menurutnya, ada dua hal yang perlu disoroti. Pertama, secara faktual, tidak mungkin sekolah negeri bisa menampung seluruh anak didik.
"Karena itu, kehadiran sekolah-sekolah swasta menjadi suatu yang niscaya yang tidak bisa terhindarkan," katanya usai menghadiri Silaturrahim Syawal 1440 H DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jatim di Surabaya, Sabtu (22/6/2019).
Kedua, lanjut Kiai Saad, tentu saja semua pihak punya tanggung jawab secara bersama-sama, baik koordinasi keagamaan maupun pemerintah untuk membangun bangsa. Khusunya di bidang pendidikan.Baca juga: Pansus Kuak 'IKD Merah' di LKPJ Khofifah, PKS: Ini Persoalan Serius Tak Boleh Dibiarkan!
"Karena sesungguhnya martabat suatu bangsa, itu akan ditentukan oleh dunia pendidikan," ucapnya.
Apakah Muhammadiyah akan menambah kuota khusus untuk menampung anak didik yang tidak tertampung di sekolah negeri?
"Enggak. Selama ini kan memang sudah dilakukan. Di Jatim saja kita punya 1001 sekolah, mulai dari yang paling bawah sampai SMA dan seterusnya. Selain itu, Muhammadiyah memiliki tujuh universitas, serta 20 sekolah tinggi," jelasnya.Baca juga: Mendikdasmen Pantau TKA SMP di Surabaya, Siswa: Soalnya Relatif Mudah!
"Dengan kata lain, inilah bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk bersama-sama elemen bangsa, termasuk juga dengan pemerintah, untuk membangun bangsa," tuntas Kiai Saad.
» Baca Berita Terkait Muhammadiyah, Kisruh PPDB