16.300 Pohon Bunga Tabebuya Bermekaran, Surabaya Makin Cantik di Hari Pahlawan

Reporter : Andriansyah  |   Jumat, 10 Nov 2023 22:25 WIB
INDAH: Memasuki November, bunga tabebuya di jalanan protokol Surabaya bermekaran. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometer Jatim – Kota Surahaya terlihat makin cantik di Hari Pahlawan. Hal itu karena 16.300 pohon bunga tabebuya bermekaran, menghiasi jalanan protokol.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menuturkan, tabebuya bermekaran setiap dua kali dalam setahun, seklaigus menandakan peralihan musim.

Baca juga: FOTO: Eri Cahyadi dan Bunda PAUD Kompak Berbusana Adat Aceh Gayo di Hardiknas

“Kalau sudah berbunga itu biasanya beberapa hari lagi akan hujan, jadi akan ada perubahan cuaca,” kata Hebi, Jumat (10/11/2023).

“Ke depan, kita sedang mencari tanaman lagi selain tabebuya untuk menjadikan ikon baru di Surabaya. Tetapi hal ini menyesuaikan dengan kondisi dan lingkungan di Surabaya,” sambungnya.

Menurut Hebi, bunga tabebuya telah menjadi salah satu ikon di Kota Pahlawan. Total, ada sekitar 16.300 pohon tabebuya yang ditanam Pemkot Surabaya.

| Baca juga:

Baca juga: Target 250 Emas di Porprov Jatim, Surabaya Habis-habisan Gembleng 1.200 Atlet!

“Sebanyak 162 pohon dengan bunga berwarna merah, 100 pohon dengan bunga berwarna ungu, 11.400 pohon dengan bunga berwarna putih dan merah muda (pink), serta 4.650 pohon dengan bunga berwarna kuning,” rincinya.

Ribuan tabebuya yang telah ditanam itu lokasinya tersebar di jalanan protokol. Sedangkan yang paling banyak bermekaran ada kawasan Jalan Ir Soekarno (Merr), Jalan Kertajaya, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Praban, dan Jalan Tunjungan.

“Selanjutnya di Jalan Tembaan, Jalan Genteng kali dekat dermaga Soal, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ngemplak, Jalan Dr Soetomo, dan beberapa ruas lain. Pohon tabebuya ini juga tumbuh subur di taman-taman aktif Kota Surabaya,” ujar Hebi.{*}

Baca juga: Revitalisasi 5 Pasar di Surabaya Dikebut, Target Rampung Pertengahan Mei!

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer