Ponpes Miftahul Ulum Surabaya Terima Bantuan Rp 50 Juta dari Kemensos, Mau Dipakai Apa?

Reporter : Syaikhul  |   Sabtu, 30 Des 2023 19:43 WIB
BANTUAN: Ponpes Miftahul Ulum Surabaya menerima bantuan dari Kemensos | Foto: Barometerjatim.com/HADI

SURABAYA | Barometer Jatim – Melalui program kearifan lokal, Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum di Jatipurwo Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya menerima bantuan Rp 50 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Bantuan diserahkan Staf Khusus Menteri Sosial, Fauzan Amar kepada Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum, KH Zainal Arifin, Selasa (19/12/2023).

Baca juga: BLTS Sasar 35 Juta KPM, Gus Ipul: 33 Juta Penuhi Syarat, Terus Berproses!

"Kami ucapkan terima kasih kepada Bu Risma (Mensos Tri Rismaharini) dan jajaran yang ada di Kemensos, termasuk Bapak Fauzan Amar. Dana bantuan tersebut sudah kami terima dan insyaallah akan kami gunakan dengan sebaik-baiknya," ucapnya.

Bantuan tersebut, terang Zainal, di antaranya untuk menjaga kearifan lokal seni hadrah yang sampai saat ini masih berkembang di tengah masyarakat. Hadrah merupakan kesenian rebana yang mengakar pada kebudayaan Islam atau biasa disebut dengan kegiatan syiar dengan syair-syair shalawat.

| Baca juga:

Selain melibatkan kalangan santri, seni hadrah shalawat juga diikuti masyarakat sekitar. "Alhamdulillah sampai saat ini, shalawat dengan menggunakan rebana (hadrah) masih banyak diminati masyarakat sekitar," terangnya.

Nantinya bantuan akan digunakan untuk membeli perlengkapan rebana, seragam, maupun sound system. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan gagasan tentang penguatan ekonomi masyarakat.

Hal ini dirasa sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat, kondisi ekonomi masyarakat sekitar termasuk menengah ke bawah. Sehingga dibutuhkan sentuhan-sentuhan langsung dari pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca juga: Atasi RTLH di Surabaya, Menteri Maruarar Puji Kecepatan Eri Cahyadi!

"Kebetulan usaha yang dilakukan masyarakat di sini ada yang jual donat, gorengan, pentol, nasi jagung, nasi pecel, sosis, dan berbagai macam minuman,” kata Zainal.

| Baca juga:

“Nah, usaha-usaha yang seperti ini yang dibutuhkan adalah penguatan agar usahanya bergerak dan pendapatannya pun bisa meningkat. Yang tadinya pendapatannya Rp 100 ribu per hari bisa meningkat Rp 200 ribu per hari," jelasnya.

Secara ekologis, lanjut Zainal, kondisi masyarakat di kawasan tersebut memiliki pendidikan dan SDM yang rendah dan banyak pemuda yang belum memilki pekerjaan tetap.

Baca juga: Penuhi Syarat Kelayakan, Banyuwangi Siap Gelar Sekolah Rakyat Rintisan

Di sisi lain, penyalahgunaan narkoba banyak menyasar kalangan muda-mudi. Hal itu bisa dilihat dari berbagai informasi yang beredar di media massa.

"Nah itu yang perlu kita rangkul dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya dengan jamiyah shalawat menggunakan seni hadrah. Paling tidak meminimalisir penyalahgunaan narkoba maupun paham-paham radikalisme," katanya.{*)

| Baca berita Kemensos. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer