Revitalisasi Kota Lama, DPRD Surabaya Wanti-wanti Pertahankan Nilai Sejarah

Reporter : Andriansyah  |   Selasa, 23 Jan 2024 23:00 WIB
NILAI SEJARAH: AH Thony, revitalisasi kota lama harus pertahankan nilai sejarah. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Pemkot Surabaya merevitalisasi kota lama zona Eropa untuk menghidupkan wisata heritage. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Thony menyampaikan revitalisasi harus mempertahankan nilai sejarah yang ada di kawasan tersebut.

"Kalau kampung Eropa tentunya bernuansa tematik, sehingga tersambung antara kondisi sejarah dengan penampakan setelah revitalisasi," katanya pada wartawan, Selasa (23/1/2024).

Baca juga: Cegah Sampah Plastik ke Laut, Surabaya Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA

Terlebih, tandasnya, Surabaya mempunyai sejarah begitu kuat. Maka, revitalisasi tak hanya untuk menghidupkan wisata heritage, tapi harus diimbangi dengan memberikan sisi edukasi bagi masyarakat.

| Baca juga:

"Surabaya lebih dikenal juga sebagai satu kawasan atau kota yang membangun kultur melalui kawasan kota lama," ujarnya.

Dengan dipertahankannya nilai sejarah, Thony yakin mampu menghadirkan ciri khas kota lama, sehingga mampu menjadi pembeda dengan kawasan serupa di kota lainnya.

Dengan demikian, kota lama di Surabaya mendorong ketertarikan para wisatawan baik lokal maupun asing. "Ini memperkaya Kota Surabaya dengan hadirnya destinasi wisata yang lebih menarik," katanya.

Baca juga: Surabaya Genjot Tracing dan Screening TBC, Pemeriksaan Suspek Lampaui 71%!

| Baca juga:

Karena itu, Thony berharap Pemkot Surabaya bisa lebih banyak melibatkan para ahli dalam pengerjaan revitalisasi kota lama.

"Bisa dengan pakar sejarah dan sosiologi. Kalau sosiologi, maka sosiologi kawasan, jadi orang datang ke sana akan ter-framing, itu lebih penting," katanya.

Baca juga: Jukir Digital di Surabaya Capai 926 Orang, Kebiasaan Tunai Masih Jadi Kendala!

Soal pelibatan komunitas Jeep lawas di kawasan kota lama, Thony mendukung langkah tersebut. Selain dari sisi ekonomi, fasilitas wisata bisa menghadirkan pengalaman berbeda dan mempermudah wisatawan mengakses antarzona di kawasan lama.{*}

| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer