DPRD Surabaya Sidak TPS3R Tambak Osowilangun: Sampah Tak Lagi Jadi Beban!
SURABAYA | Barometer Jatim – Komisi C DPRD Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Tambak Osowilangun, Selasa (3/2/2026).
Sidak ini untuk memastikan kesiapan operasional mesin pengolah sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), sekaligus menjadi penanda keseriusan Surabaya membangun ekosistem pengelolaan sampah modern yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Baca juga: Perkuat Smart Village, DPRD Surabaya Godok Raperda Kampung Cerdas!
“Kami ingin memastikan kesiapan mesin RDF di TPS3R ini. Alhamdulillah, hari ini sudah terpasang seluruhnya dan siap bekerja optimal dengan kapasitas input 150 ton sampah per hari,” ujar Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan di lokasi.
Dari kapasitas tersebut, terangnya, sebagian hasil olahan akan diproduksi menjadi RDF yang rencananya dibeli PT Semen Indonesia sebagai bahan bakar alternatif industri. Sedangkan hasil olahan lainnya berupa bahan bakar jumputan padat (BBJP) diminati PLN NP Nusantara Power.
“Hari ini perwakilan PT Semen Indonesia hadir untuk pengecekan, besok dari PLN. Ini menunjukkan, bahwa sampah tidak lagi dipandang sebagai beban tapi sebagai sumber energi alternatif,” jelasnya.
Penting Tekan Polusi
Eri menandaskan, keberadaan teknologi ini menjadi bagian penting dari transformasi tata kelola sampah di Surabaya. Dengan sistem mesin tertutup, proses pengolahan di TPS3R Tambak Osowilangun nyaris tanpa pembakaran terbuka, sehingga mampu menekan potensi pencemaran lingkungan.
“Tadi kita cek, hampir tidak ada pembakaran, semua pakai mesin. Ini penting untuk menekan polusi,” tegasnya.
Namun demikian, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu menekankan bahwa optimalisasi teknologi di hilir harus diimbangi dengan penguatan pemilahan sampah dari sumbernya.
Menurutnya, penguatan bank sampah di tingkat RW menjadi kunci agar TPS3R dan TPA tidak lagi menjadi titik tumpu utama.
“Saat ini Surabaya punya sekitar 670 bank sampah. Target kami ke depan sekitar 1.300 RW masing-masing punya satu bank sampah, jadi sampah sudah terpilah dari rumah tangga,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Eri, Skema TPS3R RDF ini perlu ditempatkan sebagai salah satu bagian dari sistem persampahan terpadu, bukan solusi tunggal.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti TPS Keputran Selatan: Anggaran Bengkak, Kondisi Tak Layak!
Pihaknya mengapresiasi atas inovasi pengolahan sampah ini, namun kritik terhadap pendekatan teknologi-sentris, kualitas input terpilah, komitmen jaminan pembelian, pengendalian dampak lingkungan harus menjadi dasar perbaikan tata kelola persampahan ke depan.
"Solusi utama tetaplah harus pengolahan berbasis sumber," tandasnya.
Dengan kesiapan mesin RDF dan dukungan industri sebagai offtaker, Komisi C DPRD Surabaya berharap TPS3R Tambak Osowilangun bisa menjadi role model pengelolaan sampah berbasis zero waste yang dapat direplikasi di TPS3R lain di Surabaya.
Tahap Optimalisasi
Sementara itu Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Pemanfaatan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Ali Mustofa menyampaikan, TPS3R Tambak Osowilangun sudah mulai beroperasi dan kini memasuki tahap optimalisasi.
“Untuk input, target kami 150 ton per hari. Memang output-nya akan berkurang karena ada residu, tapi yang kami jaga adalah konsistensi input,” jelasnya.
Baca juga: 239.277 KK Tak Ditemukan, DPRD Surabaya Minta Pemkot Tak Berlarut-larut
Saat ini, ucap Ali, operasional TPS3R masih menggunakan satu shift kerja. Ke depan, DLH berencana meningkatkan menjadi dua shift agar produksi RDF dan BPJP bisa lebih maksimal.
“Sekarang masih satu shift. Nanti akan kami tingkatkan jadi dua shift supaya output-nya lebih besar,” katanya.
Ali menambahkan, pengolahan sampah di TPS3R Tambak Osowilangun masih dalam tahap uji coba operasional dengan sistem sampling wilayah. Evaluasi akan dilakukan secara berkala setiap bulan untuk menentukan pola optimal pengangkutan dan wilayah layanan.
“Nanti setelah evaluasi berjalan, baru kami tentukan apakah berbasis wilayah tertentu atau skema lain,” pungkasnya.{*}
| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur