Warga Tuban Antusias Nobar Film Pesta Babi, Miris Lihat Hutan Papua Dihabisi!
TUBAN | Barometerjatim.com – Sempat terhenti akibat hujan deras, warga Kabupaten Tuban antusias nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme Kolonialisme di Zaman Kita yang diinisiasi lintas sektor mulai dari jurnalis, tokoh masyarakat, hingga akademisi di Balai Wartawan, Sabtu (16/5/2026) malam.
Salah seorang penonton, Ayu asal Tambakboyo, mengaku film karya di Zaman Kita karya sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tersebut memberikan banyak refleksi sekaligus membuka wawasan baru terkait dampak pembangunan di berbagai daerah.
Baca juga: Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, 3 Hari Lalin Direkayasa
Menurutnya, film itu juga menjadi pengingat agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi sosial di Papua maupun daerah lain yang terdampak pembangunan.
“Bagi saya pribadi, film ini menjadi refleksi sekaligus pembelajaran yang membuka wawasan. Dari film ini, kita jadi melihat bahwa di balik berbagai program strategis nasional yang selama ini dianggap menguntungkan, ternyata ada korban dan dampak yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Usai nobar, Ayu juga mengajak masyarakat untuk ikut menyaksikan film Pesta Babi sebagai bahan edukasi dan pembelajaran. Sebab, masyarakat perlu memahami bahwa di balik berbagai program pemerintah atau kebijakan yang terlihat baik, ternyata masih ada dampaknya.
“Program pemerintah atau suatu kebijakan yang sebetulnya bagus, tapi ternyata kadang salah secara mekanismenya dan juga mungkin perlu pertimbangan,” imbuhnya.
Baca juga: Kota Lama Dibuat Latar Film Zona Merah, Ribuan Warga Surabaya Jadi Figuran
Sementara itu inisiator kegiatan, Suwanto mengatakan nobar film Pesta Babi digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi yang terjadi di Papua bagaimana negara menghabisi hutan.
“Bagaimana negara menghabisi hutan di Papua. Hal seperti ini sebenarnya tidak hanya bisa terjadi di Papua, tetapi juga berpotensi terjadi di daerah lain, termasuk di Tuban,” ucapnya.
Dia berharap, semakin banyak masyarakat Kabupaten Tuban yang menonton dan memahami isu-isu sosial yang diangkat dalam film tersebut.
Baca juga: Polusi Udara Makin Parah, Warga Tuban Tolak Perpanjangan SHGB Pelabuhan SIG
“Sehingga masyarakat bisa lebih sadar dalam menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di negara ini,” ucapnya.{*}
| Baca berita Tuban. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur