Seleksi Direksi KBS, DPRD: Warga Surabaya Banyak yang Pintar, Tak Perlu dari Luar!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono menyarankan apabila Pemkot belum menemukan figur yang benar-benar diyakini mampu meningkatkan kinerja Kebun Binatang Surabaya (KBS), baik dari sisi pendapatan maupun perawatan satwa, maka opsi kerja sama dengan pihak ketiga layak dikaji.
Namun jika Pemkot Surabaya tetap memilih mempertahankan pola mengisi jabatan direksi, dia meminta proses rekrutmen dilakukan secara profesional, mendorong warga Surabaya yang memiliki kompetensi untuk mendapat prioritas.
“Warga kita di Surabaya ini banyak yang pintar. Saya rasa tidak perlu merekrut dari luar kalau yang di Surabaya memang ada dan mampu,” tegas legislator asal PDIP yang akrab disapa Buleks tersebut, Jumat (14/8/2026).
Namun prioritas terhadap putra daerah tidak mengesampingkan kompetensi. Calon direksi tetap harus memiliki rekam jejak, kemampuan manajerial, pemahaman bisnis, serta kemampuan menjaga fungsi konservasi KBS.
“Dengan demikian, pengisian direksi tidak boleh sekadar berdasarkan status sebagai warga Surabaya, tetapi harus benar-benar berbasis kemampuan,” ucapnya.
24 Pelamar Siap Bersaing
Saat ini, sebanyak 24 orang pelamar berebut tiga posisi direksi KBS. Namun Pemkot Surabaya memastikan, seleksi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan manajerial dan bisnis, tetapi juga pemahaman terhadap konservasi serta komitmen terkait kesejahteraan satwa.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Syamsul Hariadi menegaskan pengelolaan KBS memiliki karakteristik yang berbeda dengan badan usaha pada umumnya.
“Karena itu, kami membutuhkan direksi yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap satwa liar serta memahami aspek konservasi,” katanya, Selasa (4/8/2026).
Proses penjaringan dan pendaftaran calon direksi berlangsung pada 13-31 Juli 2026. Dari 24 pelamar, 8 orang mendaftar untuk posisi direktur utama, 11 orang untuk direktur operasional dan umum, serta 5 orang untuk direktur keuangan dan SDM.
“Pelamar yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan lolos seleksi administrasi, akan mengikuti psikotes yang diselenggarakan oleh lembaga psikologi,” terangnya.
Psikotes tersebut dilakukan untuk menilai aspek psikologis, karakter, kepemimpinan, serta kesesuaian kompetensi calon dengan tuntutan jabatan.
Syamsul menegaskan seluruh tahapan seleksi akan dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, dan berbasis kompetensi. Proses tersebut juga tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Harapannya, melalui proses seleksi yang komprehensif ini dapat terpilih direksi yang memiliki kompetensi, kepedulian terhadap konservasi, serta komitmen untuk mengembangkan KBS secara berkelanjutan,” ucapnya.{*}
| Baca berita Kebun Binatang Surabaya. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur