Geger Polusi Debu Tambang Semen Tuban, DPRD: Pemkab Harus Terjun ke Warga!

Reporter : -
Geger Polusi Debu Tambang Semen Tuban, DPRD: Pemkab Harus Terjun ke Warga!
ANGKAT BICARA: Luqmanul Hakim, pabrik semen di Tuban jangan hanya kejar untung tapi abaikan warga. | Foto: IST

TUBAN | Barometerjatim.com – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tuban, Luqmanul Hakim meminta persoalan polusi debu yang dikeluhkan warga di sekitar tambang PT Semen Indonesia Group (SIG) segera ada penyelesaian yang baik.

"Kami minta agar perusahaan dan pelaksana penambangan mengevaluasi, agar dampaknya tidak meluas hingga permukiman serta mengganggu warga," katanya, Selasa (28/7/2026).

Keberadaan perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada usaha dan keuntungan saja, tapi juga harus mampu menunjukkan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” tandas Luqman.

Kalau memang ada dampak yang ditimbulkan dan dirasakan warga, lanjutnya, perusahaan wajib melakukan langkah-langkah pengendalian dan pencegahan.

Legislator asal Partai Nasdem tersebut juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban melalui Dinas Lingkungan Hidup dan dinas terkait, segera terjun ke lapangan melihat kondisi yang dialami warga.

Termasuk melakukan pengukuran kualitas udara dan tingkat kebisingan, serta memastikan seluruh aktivitas perusahaan telah memenuhi ketentuan hingga baku mutu lingkungan. 

"Soal suara bising dan polusi debu yang dikeluhkan warga, tidak bisa serta merta dikatakan melebihi ambang batas karena butuh pengukuran oleh ahli," tegasnya.

Hasil pemeriksaan di lapangan, tandasnya, harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahan tafsir oleh masing-masing pihak.

Sebelumnya, Jumat (24/7/2026), warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban, memblokade akses tambang milik PT SIG. Mereka sudah tidak tahan lagi dengan suara bising kendaraan tambang dan polusi debu yang ditimbulkan dari aktivitas tambang.

Terlebih, polusi debu yang mengganggu warga terus meningkat melebihi ambang batas kewajaran seiring dengan kondisi angin kencang yang terjadi di musim kemarau saat ini.

"Warga sudah kesal dan resah lantaran tidak kuat menahan polusi debu yang sudah melebihi batas kewajaran dan mengganggu aktivitas warga,” kata Sugeng, salah seorang warga.

"Kalau di rumah pakai masker itu kan kurang nyaman. Kita juga capek kalau seharian bersih-bersih rumah terus, gak bisa ngerjakan yang lain," timpal Siti, warga lainnya.{*}

| Baca berita DPRD Tuban. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.