Pemkab Sidoarjo Kejar Flyover Gedangan Dibangun 2027, Dana Masih Kurang Rp 200 M!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Sabtu, 27 Jun 2026 21:12 WIB
BUTUH RP 400 M: Desain Flyover Gedangan Sidoarjo, anggaran masih kurang Rp 200 miliar. | Foto: IST

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Pemkab  Sidoarjo mempercepat seluruh tahapan pembangunan Flyover Gedangan dengan memastikan proses perencanaan, pembebasan lahan, hingga penyempurnaan desain berjalan sesuai target. 

Meski anggaran yang tersedia baru separuh dari kebutuhan, proyek yang digadang menjadi solusi kemacetan di jalur nasional tersebut ditargetkan terealisasi pada 2027.

Baca juga: Jutaan Batang Dimusnahkan, Rokok Ilegal di Sidoarjo Masih Saja Merajalela!

Komitmen tersebut ditegaskan dalam paparan desain Flyover Gedangan yang digelar di Opsroom Pemkab Sidoarjo, Jumat (26/6/2026). Dalam forum tersebut dipresentasikan desain teknis lengkap beserta visualisasi tiga dimensi (3D) sebagai acuan pelaksanaan proyek.

Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan seluruh tahapan persiapan terus dikawal agar tidak mengalami keterlambatan.

"Perencanaan sudah, DED (Detail Engineering Design) juga sudah. Proses pembebasan lahan sedang berjalan dan sosialisasinya juga sudah dilakukan," ujarnya.

Menurut Subandi, proses appraisal lahan ditargetkan rampung pada Juli 2026 sehingga pembayaran ganti rugi dapat dilakukan pada Agustus. Dengan demikian, seluruh lahan yang dibutuhkan diharapkan sudah siap pada akhir tahun.

ACUAN: Paparan desain Flyover Gedangan beserta visualisasi 3D sebagai acuan pelaksanaan proyek. | Foto: IST

Namun tantangan terbesar masih berada pada sisi pendanaan. Dari total kebutuhan Rp 400 miliar untuk pembebasan lahan, APBD Sidoarjo baru mengalokasikan Rp 200 miliar.

"Sekarang sudah ada dana Rp 200 miliar di APBD, sementara yang dibutuhkan sekitar Rp 400 miliar. Nanti bisa kita tambah lewat PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) 2026," tegasnya.

Subandi menilai, percepatan pembebasan lahan menjadi kunci agar pembangunan fisik dapat dimulai sesuai jadwal dan mampu mengurai kemacetan kronis di simpang Gedangan yang selama ini menjadi salah satu titik padat kendaraan di Sidoarjo.

Baca juga: Legislatif Dorong Percepatan Pembangunan Dua Puskesmas di Sidoarjo

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo, M Mahmud, mengungkapkan desain flyover masih memerlukan sejumlah penyempurnaan melalui koordinasi lintas instansi.

Salah satunya menyangkut keberadaan Stasiun Gedangan yang berada di sisi barat simpang, sehingga diperlukan sinkronisasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

"Itu perlu kita bicarakan lebih lanjut dengan KAI dan BBPJN. Kemudian kami juga mengusulkan agar bagian bawah flyover ditambah taman-taman supaya terlihat lebih estetik dan hijau," jelasnya.

Persoalan Tinggi Konstruksi

Selain aspek estetika, Pemkab Sidoarjo juga mengusulkan pelebaran jalur putar balik (u-turn) mengingat ruas tersebut kerap dilintasi kendaraan berat, termasuk truk tronton.

Baca juga: Sengketa Tembok Mutiara Regency Sidoarjo, Ahli: Fasum Kewenangan Pemkab!

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah tinggi konstruksi flyover. Sebab, jalur kereta api di kawasan Gedangan direncanakan menjadi double track pada 2029 sehingga desain jembatan harus mengakomodasi pengembangan tersebut.

"Terkait ketinggian flyover juga perlu penyesuaian karena pada 2029 jalur kereta akan menjadi double track," imbuhnya.

Dalam proses pembebasan lahan, Pemkab Sidoarjo mencatat sedikitnya 105 bidang tanah akan dibebaskan. Koridor proyek membentang dari kawasan utara dekat Bank BCA hingga mendekati pertigaan Puri Surya Jaya.{*}

| Baca berita Pemkab Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer