Produksi Beras Banyuwangi Surplus 174 Ribu Ton, Ternyata Begini Strateginya!

Reporter : Andriansyah  |   Kamis, 02 Jul 2026 03:15 WIB
SURPLUS: optimalisasi luas tanam, salah satu Banyuwangi cara tingkatkan produksi beras. | Foto: Humas BWI

BANYUWANGI | Barometerjatim.com – Produksi beras Kabupaten Banyuwangi dari tahun ke tahun selalu surplus. Tercatat, pada Januari-Juni 2026 surplus 174 ribu ton.

Alhamdulillah kinerja baik bidang pertanian, khususnya tanaman pangan Banyuwangi bisa terus kami pertahankan,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu (1/7/2026).

Baca juga: Sirkuit BMX Banyuwangi Dongkrak Ekonomi Warga, Usai Supercross Lanjut Kejurnas!

“Produksi beras Banyuwangi dari tahun ke tahun selalu surplus, begitu juga di semester awal tahun 2026 ini,” tandasnya.

Ipuk menjelaskan, produksi beras Banyuwangi pada Januari-Juni 2026 tercatat sebanyak 255.257 ton dengan jumlah konsumsi warga 81.252 ton. Sehingga, terdapat surplus 174 ribu ton dari selisih antara produksi dan konsumsi.

Sedangkan di tahun sebelumnya, total produksi beras sebesar 546.923,81 ton dengan konsumsi lokal masyarakat dalam satu tahun sebesar 163.665,78 ton, sehingga surplus 383.258,03 ton.

“Surplus beras produksi Banyuwangi sebagian didistribusikan ke berbagai daerah lain di Indonesia, guna menopang cadangan pangan nasional melalui Perum Bulog,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan produksi beras Banyuwangi yang mengalami surplus merupakan hasil dari sejumlah langkah strategis yang dijalankan di lapangan. Di antaranya dengan melakukan optimalisasi luas tanam.

“Luas baku sawah di Banyuwangi tercatat di angka 62.940 hektare. Namun melalui optimalisasi, luas tanam, berhasil ditingkatkan hingga mencapai 121.319 hektare pada 2025,” ujarnya.

Baca juga: UCI Puji Banyuwangi BMX Supercross: Salah Satu Sirkuit Terbaik Dunia!

Selain itu, terang Danang, juga dilakukan dengan upaya Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yakni dengan mendorong intensifikasi lahan. 

Sawah yang dulunya hanya bisa ditanami padi 1 sampai 2 kali dalam setahun, ditingkatkan menjadi 3 hingga 4 kali tanam setahun.

Pemkab Banyuwangi, lanjut Danang, juga mendorong mekanisasi dan efisiensi lewat  penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. 

Pihaknya juga memberikan memfasilitasi petani dengan mengeluarkan rekomendasi pembelian BBM solar untuk alat-alat pertanian.

Baca juga: Libas Juara Asia, Indonesia Kawinkan Gelar Banyuwangi BMX Supercross

“Dengan mekanisasi membantu mempercepat proses masa tanam hingga panen raya, sehingga menekan risiko gagal panen atau kerugian pascaproduksi,” ucapnya.{*}

| Baca berita Banyuwangi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer