Sosialisasi Parkir Nontunai, DPRD Surabaya Apresiasi Camat-Lurah Turun Lapangan

Reporter : Andriansyah  |   Jumat, 10 Jul 2026 19:40 WIB
SOSIALISASI: Legislator Surabaya Anas Karno (baju putih) ikut turun sosialisasi parkir nontunai. | Foto: IST

SURABAYA | Barometerjatim.com – Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno bersama Camat Genteng, Jefry memantau penerapan parkir nontunai dan ketertiban parkir di sejumlah ruas kawasan tersebut, Kamis (9/7/2026) malam.

Di lapangan, petugas dengan menggunakan pengeras suara memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai sistem pembayaran parkir yang kini dilakukan secara nontunai melalui QRIS, kartu elektronik, maupun voucher parkir.

Baca juga: Lurah Tambak Wedi yang Dicopot Eri Cahyadi, Punya Harta Rp 1 Miliar!

Anas menilai, kehadiran langsung aparatur pemerintah di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan kebijakan yang telah ditetapkan benar-benar dipahami masyarakat.

"Saya mengapresiasi Pak Camat, lurah, dan seluruh jajaran yang turun langsung ke lapangan. Dengan melihat kondisi secara langsung, pemerintah bisa mengetahui persoalan yang terjadi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat secara humanis," katanya.

Menurut Anas, sosialisasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan metode pembayaran parkir, tetapi juga menjadi momentum untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai fasilitas bagi pejalan kaki.

Terus Ingatkan Warga

Selama pemantauan, Anas dan Jefry mendapati masih ada kendaraan yang memanfaatkan area trotoar maupun ruang yang tidak semestinya digunakan sebagai lokasi parkir. Karena itu, masyarakat terus diingatkan agar mematuhi aturan demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama.

"Trotoar harus dikembalikan kepada fungsinya sebagai hak pejalan kaki. Jangan sampai ruang publik yang dibangun untuk masyarakat justru digunakan sebagai tempat parkir kendaraan," ucap Anas.

Selain menyoroti penggunaan trotoar, Anas meminta pengawasan terhadap juru parkir terus diperkuat. Menurutnya, penerapan sistem nontunai harus dibarengi dengan kedisiplinan petugas parkir dalam menjalankan aturan.

Baca juga: MPLS Surabaya Dimulai Besok 13 Juli, Dindik Jamin Tak Ada Perpeloncoan!

Sementara Jefry menjelaskan, kegiatan turun lapangan dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemkot Surabaya mempercepat adaptasi masyarakat terhadap sistem parkir nontunai.

Menurutnya, masih ditemukan sebagian warga yang belum mengetahui bahwa pembayaran parkir kini dapat dilakukan melalui QRIS, kartu elektronik, maupun voucher parkir. 

Karena itu, sosialisasi dilakukan secara langsung di lokasi parkir agar pesan yang disampaikan lebih efektif.

"Ini bagian dari ikhtiar kita mengubah kebiasaan masyarakat dari pembayaran tunai ke nontunai. Masih ada warga yang belum mengetahui, sehingga kami bersama kelurahan, Dishub, dan seluruh unsur terkait terus melakukan sosialisasi langsung di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Culture Night Surabaya, Aksi 14 Delegasi Dalam dan Luar Negeri Sedot Animo Pengunjung!

Bagi masyarakat yang belum memiliki fasilitas pembayaran digital, terang Jefry, tersedia voucher parkir yang dapat dibeli melalui juru parkir maupun di kantor kecamatan dan kelurahan.

Menurutnya, sistem voucher memberikan jaminan transparansi karena pembayaran sudah masuk ke kas Dishub saat voucher dibeli, sehingga dapat meminimalkan potensi kebocoran retribusi parkir.{*}

| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer