Culture Night Surabaya, Aksi 14 Delegasi Dalam dan Luar Negeri Sedot Animo Pengunjung!

Reporter : -
Culture Night Surabaya, Aksi 14 Delegasi Dalam dan Luar Negeri Sedot Animo Pengunjung!
ATRAKTIF: Salah satu aksi menghibur dalam pertunjukan Culture Night Surabaya. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Gemerlap lampu dan harmoni gerak seni dari 14 delegasi dalam dan luar negeri lewat panggung Culture Night di Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (11/7/2026) malam, menyedot animo pengunjung.

Pertunjukan ini merupakan rangkaian dari Festival Seni Lintas Budaya (Cross Culture Festival) ke-17 yang kembali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Festival ini menyuguhkan karya seni tari, musik, teater, hingga kuliner yang sarat kearifan lokal. Konsep ini sengaja dipertahankan, sebagai upaya melestarikan budaya adiluhung yang menjadi warisan leluhur dari akar budaya masing-masing daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menyampaikan rasa bangga dan hormatnya atas kehadiran seluruh delegasi. Dia berharap festival ini tidak hanya menjadi tontonan, melainkan juga ruang belajar dan perjumpaan antarmasyarakat.

“Kami ingin Surabaya menjadi kota yang modern tanpa kehilangan akar budayanya. Menjadi kota yang maju, namun tetap menghargai keberagaman sebagai kekuatan bersama," ujarnya.

Lilik menuturkan, selama tiga hari pelaksanaan para peserta diajak menikmati keindahan Surabaya. Mulai dari kawasan Kota Lama, menyusuri Sungai Kalimas, mengikuti workshop, pameran film, hingga pementasan massal Tari Remo dan Yosakoi.

“Kami berharap melalui acara ini, ruang kreatif bagi seniman dan generasi muda semakin terbuka lebar sehingga bisa mengharumkan nama Kota Surabaya di kancah dunia,” ujarnya. 

Disuguhi Eksotisme Surabaya

Sementara itu Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Ridzotullahmad Nurchakim menjelaskan festival tahun ini diikuti 14 delegasi lintas daerah dan negara.

Beberapa delegasi mancanegara yang terlibat di antaranya berasal dari Xiamen (China), India, Thailand dan Jerman, termasuk kolaborasi duet Indonesia-Jerman serta mahasiswa asing ITS.

Sedangkan delegasi domestik diramaikan seniman dari DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Selatan, Bali, Mojokerto, Malang, serta sanggar seni lokal Surabaya.

Ridzotullahmad menegaskan, antusiasme masyarakat dan wisatawan baik domestik maupun mancanegara sangat tinggi. 

Hal ini terlihat dari padatnya penonton sejak hari pertama saat para delegasi melakukan wisata susur sungai Kalimas, mengunjungi Museum Pendidikan, hingga tampil di kawasan Kota Lama Surabaya.

"Kemarin waktu di event Kota Lama itu cukup ramai sekali. Delegasi yang hadir di sini kemarin juga hadir di sana," kata Ridzotullahmad.

Ajang ini, lanjutnya, juga menjadi momentum penting untuk mempromosikan wisata Surabaya ke tingkat internasional sekaligus memperkuat dan membuka peluang hubungan Sister City, baik yang sudah terjalin seperti Surabaya dan Xiamen ataupun kerja sama lainnya. 

Dampak positif acara ini turut dirasakan langsung oleh para pengisi acara. Shakira Martandjelika, seorang penari asal Bali yang kini menetap di Surabaya, mengaku bangga bisa membawakan Tari Legong Condong di hadapan masyarakat Surabaya.

Baginya, festival lintas budaya seperti ini sangat krusial, terutama bagi generasi muda atau Gen Z yang saat ini dinilai terlalu larut dalam dunia digital.

“Biar anak sekarang tidak cuma main game saja. Harapan saya, semoga masyarakat Indonesia semakin banyak yang melestarikan budaya lokal maupun menghargai budaya daerah lain," katanya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.