Eri Cahyadi Titahkan Sekda Buka Rapor Pejabat Pemkot: Nilai di Bawah 80 Turun Jabatan!
SURABAYA | Barometer Jatim – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Inspektorat untuk mengeluarkan "rapor pejabat" Pemkot Surabaya setiap enam bulan sekali, sebagai upaya menegakkan reformasi birokrasi.
Rapor tersebut tidak hanya menjadi konsumsi internal, tetapi akan dipublikasikan kepada masyarakat luas sebagai pertanggungjawaban hasil kerja.
"Tunjukkan kepada khalayak ramai. Saya ingin keterbukaan,” pintanya usai melantik 69 pejabat Pemkot Surabaya di Graha Sawunggaling Balai Kota Surabaya, Jumat (2/1/2026).
Jika dalam satu tahun outcome tidak tercapai dan nilai rapor di bawah 80, tandas Eri, maka pejabat tersebut akan diturunkan, bukan sekadar mutasi.
“Yang menentukan nasib para pejabat adalah kinerja sendiri dan penilaian masyarakat," tegas wali kota yang akrab disapa Cak Eri tersebut.
Bukan Jabatan Politik
Eri mengingatkan, birokrasi adalah pemimpin sejati rakyat karena mereka mengabdi hingga masa pensiun, berbeda dengan jabatan politik yang dibatasi periode.
Karena itu, Eri meminta seluruh jajaran untuk bekerja dengan hati nurani dan menjauhi praktik politik praktis, fitnah, maupun upaya saling menjatuhkan.
“Yang dilantik hari ini adalah pilihan warga Surabaya. Maka kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada njenengan (anda) jangan pernah disia-siakan,” imbuhnya.
Selain rapor kinerja, Pemkot Surabaya juga meluncurkan dua inisiatif strategis untuk menjaga kondusivitas kota.
Pertama, pembentukan Satgas Premanisme dengan tugas khusus untuk menangani Ormas yang terafiliasi praktik premanisme. Satgas ini akan tersebar di wilayah Surabaya barat, timur, utara, selatan, dan pusat.
Kedua, pembentukan Gugus Tugas Reformasi Agraria sebagai wadah penyelesaian sengketa tanah yang melibatkan BPN, kejaksaan, kepolisian, dan Pemkot. Masyarakat diimbau tidak main hakim sendiri dalam masalah pertanahan.
"Tahun 2026 adalah titik perubahan. Cara memimpin Surabaya akan berbeda. Kita tunjukkan bahwa Surabaya adalah kota yang transparan, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Selain dua jabatan krusial tersebut, enam jabatan pratama lainnya juga mengalami rotasi, yakni Syamsul Hariadi menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
Lalu Agus Imam Sonhaji menjabat Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Hidayat Syah menjabat Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga.
Berikutnya Mia Santi Dewi menjabat Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan, Yusuf Masruh sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Febrina Kusumawati sebagai Kepala Dinas Pendidikan.{*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur