Surabaya Tambah 3 PAUD Negeri, Ada yang Unik Lokasinya Dekat Pasar!

Reporter : Andriansyah  |   Senin, 11 Mei 2026 16:57 WIB
INKLUSIF: Wali Kota Eri Cahyadi bersama Rini Indriyani meresmikan 3 PAUD Negeri. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya menambah fasilitas pendidikan bagi anak usia dini dengan meresmikan tiga PAUD Negeri, Senin (11/5/2026). Peresmian dilakukan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang dipusatkan di TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal.

Dua lembaga lainnya yang turut diresmikan yakni PAUD Negeri Seruni Sidotopo dan PPT Seruni Nambangan mengikuti secara daring. Acara ini juga dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dikdasmen) Gogot Suharwoto.

Baca juga: Warga Keluhkan Operasional Pasar, Eri Cahyadi Tegas ke Pengelola dan Pedagang!

Eri Cahyadi menekankan, TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan didirikan sebagai bentuk penghormatan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, yang disebutnya sebagai anak-anak dengan kelebihan dari Tuhan.

"Bagi saya, inklusi itu adalah anak-anak yang diberikan kelebihan oleh Tuhan yang tidak dimiliki orang lain. Di sini kita bentuk Rumah Apresiasi. Kami ingin menghargai setiap anak dan orang tua mereka yang juga hebat dalam mendidik anak-anak luar biasa ini," ujarnya.

Eri menegaskan, Pemkot Surabaya komitmen menggratiskan biaya pendidikan bagi anak inklusi dari keluarga kategori desil 1 hingga 5, mulai dari tingkat TK hingga SMA. 

Dia juga meminta Dinas Pendidikan untuk terus mendata kebutuhan kelas inklusi agar tidak ada anak yang tertinggal karena kendala biaya.

INKLUSIF: Eri Cahyadi bersama Rini Indriyani tinjau TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

Terkait peresmian PAUD Negeri Seruni Sidotopo, Eri menjelaskan konsep integrasi antara PAUD, TK, dan SD dalam satu lokasi. 

Tujuannya untuk membentuk transaksi karakter sejak dini, dimana anak-anak yang lebih tua (SD) belajar menjaga adiknya, dan anak-anak PAUD/TK merasa nyaman karena sudah mengenal lingkungan sekolah lanjutannya.

Selain itu, PPT Seruni Nambangan memiliki keunikan karena lokasinya yang berada di dekat pasar. Fasilitas ini dibangun berdasarkan pengalaman pribadi Eri saat berbincang dengan pedagang pasar yang kesulitan menyekolahkan anaknya karena kendala pengawasan saat bekerja.

"Kami bentuk PAUD/PPT ini di dekat pasar agar ibu-ibu penjual sayur atau ikan tetap bisa mencari nafkah sambil mengawasi anaknya sekolah. Pendidikan jalan, ekonomi keluarga juga jalan," tambahnya.

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026, BPS Surabaya Pastikan Data Bukan untuk Pajak!

Senada dengan Eri, Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani melaporkan bahwa tiga PAUD yang diresmikan memiliki keunggulan masing-masing, menyesuaikan kebutuhan lingkungannya.

TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan hadir untuk memberikan akses bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Kemudian, PAUD Negeri Seruni Sidotopo mengusung konsep One Stop Service (TPA, KB, TK, hingga SD dalam satu lokasi). 

Hal ini mempermudah orang tua, menghemat biaya transportasi, dan menjaga kestabilan emosional anak saat naik jenjang pendidikan. Tercatat 60 anak telah terdata di lembaga ini.

“Untuk PPT Seruni Nambangan terletak di dekat pasar, lembaga ini menjadi solusi bagi pedagang agar tetap bisa bekerja sambil memastikan anaknya mendapatkan stimulasi gizi dan pendidikan yang bermutu. Ada sekitar 39 anak pedagang pasar telah mendaftar,” terangnya. 

Rini juga memaparkan keberhasilan verifikasi lapangan. Dari puluhan ribu anak usia 5-6 tahun yang terindikasi belum sekolah, sebanyak 98,61 persen atau sekitar 25.497 anak berhasil diakseskan ke layanan PAUD melalui kerja sama hingga tingkat kelurahan.

Sedangkan Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto menyampaikan apa yang dilakukan Eri dan jajaran Pemkot Surabaya selaras dengan pilar utama kementerian, yakni pendidikan bermutu yang inklusif, adaptif, dan partisipatif.

Baca juga: Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, 3 Hari Lalin Direkayasa

"Hari ini kita tidak sekadar meresmikan gedung, tapi sedang menyiapkan harapan dan ruang tunggu masa depan bagi anak-anak kita,” kata Gatot. 

“Saya akan mempromosikan model pendidikan inklusi Surabaya ini setiap kali saya keliling Indonesia. Surabaya adalah contoh nyata bagaimana keberagaman yang dihargai," sambungnya.

Dia juga memuji konsep integrasi PAUD dan SD yang diterapkan di Surabaya. Berdasarkan pengalamannya tinggal di negara maju seperti Amerika Serikat dan Prancis saat bertugas di UNESCO, konsep Pra-SD yang menyatu dengan sekolah dasar adalah standar global untuk menyiapkan mental dan fisik anak.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer