Otak-atik Gathuk! Putra Pendiri NU Sebut Muktamar ke-35 NU Muktamarnya Prabowo

Reporter : Retna Mahya  |   Jumat, 28 Agu 2026 02:14 WIB
MUKTAMARNYA PRABOWO: Gus Hasib, sebut Muktamar ke-35 NU di Jombang muktamarnya Prabowo Subianto. | Foto: IST

JOMBANG | Barometerjatim.com – Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Mohammad Hasib Wahab Chasbullah alias Gus Hasib menyebut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) merupakan muktamar yang istimewa.

Ada dua alasan kenapa istimewa. Selain terkait dengan lagu Ya Ahlal Wathan ciptaan KH Wahab Chasbullah, salah seorang kiai pendiri NU yang juga ayah Gus Hasib juga dihadiri Prasiden Prabowo Subianto.

Baca juga: AMY Hadiri Muktamar ke-35 NU, PKS Sebut Jatim Punya Peran Strategis!

“Beliau (Kiai Wahab) adalah di Tambakberas, dari Tambakberas. Di samping beliau inspirator, pendiri dan penggerak NU, beliau ini adalah sosok ulama nasionalis, cinta Tanah Air, bahkan mengeluarkan lagu atau mars ini," katanya sebelum memimpin doa pada pembukaan Muktamar ke-35 NU, Kamis (27/8/2026).

"Kedua, bahwa istimewanya Bapak Prabowo hadir dan Wapres ini tanggal 27. 2 ditambah 7 (sama dengan) 9, itu bintang NU. 08 Agustus dan 2026, Agustus itu 8, 2 ditambah 6 (sama dengan) 8. Jadi muktamar ini muktamarnya Pak Prabowo, karena 8 ini angkanya Bapak Prabowo. Alhamdulillah, jadi ini istimewa," katanya.

Gus Hasib, setengah berseloroh menyebut perumusan angka yang disampaikannya tersebut merupakan kebiasaan masyarakat di lingkungan Tambakberas. "Ini bahasa Tambakberas itu ilmu otak-atik, nah. Demikianlah saya rasa," ujarnya sembari tersenyum.

Baca juga: Catatan Gus Hans: Muktamar yang Tak Berdaya di Depan Istana

Selain membuat otak-atik gathuk, Gus Hasib juga mengingatkan doktrin Kiai Wahab kepada putra-putrinya dan semua warga NU, bahwa negara dan Islam, negara dan NU tidak bisa dipisahkan. "Karena bagaikan uang logam yang tidak bisa dipisahkan antara dua sisi. Ini Mbah Wahab," katanya.

"Oleh karena itu Pak Prabowo, jadi NU benar-benar cinta Tanah Air, benar-benar mendukung pemerintahan dari mulai Pak Karno sampai ke Bapak ini. Bukan karena apa-apa, karena ini adalah anjuran Nabi Muhammad Saw," ucap Gus Hasib.{*}

Baca juga: ART dan Perkum Bisa Jadi Ganjalan, 6 Kandidat Ketum PBNU Berpotensi Terlempar!

| Baca berita Muktamar NU. Baca tulisan terukur Retna Mahya | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer