Kembali terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tuban, Aditya Halindra Faridzky alias Lindra menjanjikan 25 kursi di Pileg 2029.
Parpol
Buka Musda XI Golkar Tuban, Ali Mufthi Lecut Kader Sebarkan Virus Karya Kekaryaan!
Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Ali Mufthi saat membuka Musda XI Golkar Tuban mengajak seluruh komponen Partai Beringin untuk menyebarkan virus karya kekaryaan.
Golkar Tak Pernah Repoti Khofifah di Periode Pertama, Sarmuji: Periode Kedua Bolehlah..
Partai Golkar Jatim tidak pernah merepoti Khofifah selama periode pertama, tapi di periode kedua bolehlah ada perhatian dari gubernur.
Sumi Harsono Dicopot dari Ketua PDIP Sidoarjo, Hari Yulianto Ditunjuk Jadi Plt!
DPP PDIP menunjuk Hari Yulianto sebagai Plt Ketua DPC PDIP Kabupaten Sidoarjo, menggantikan Sumi Harsono yang dicopot.
Bulan Bung Karno, Adi Sutarwijono Ajak Kader Sarinah Doakan Megawati Ketum PDIP Lagi!
Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono bersama komunitas Sarinah doakan Megawati Soekarnoputri agar terpilih menjadi ketua umum PDIP lagi.
Ali Mufthi Sah Ketua Golkar Jatim Gantikan Sarmuji, Bahlil Ingatkan soal Kursi!
Ali Mufthi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jatim periode 2025-2030 menggantikan Sarmuji yang naik menjadi Sekjen.
Ketum Golkar Kena 'Roasting': Lahir Beralaskan Tikar, Sekarang Berkuasa dan Kaya Raya!
Pembukaan Musda XI Partai Golkar Jatim menjadi ajang bagi Sekjen Partai Golkar, Muhamad Sarmuji untuk 'meroasting' Ketumnya, Bahlil Lahadahlia.
Bahlil Rayu Emil Dardak, Gabung Golkar kalau Sudah Tak Nyaman di Demokrat!
Bahlil Lahadalia merayu Emil Elestianto Dardak pidah ke Partai Golkar kalau sudah tidak nyaman di Partai Demokrat. Beringin siap bersamai agar tetap aman.
Kelakar Bahlil Terkecoh Pilih Sarmuji Jadi Sekjen Golkar: Semua Disapu Jawa Timur!
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengungkap keputusannya memilih Muhammad Sarmuji sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).
Bahlil: Kalau Ridwan Hisjam Bisa Pertahankan Golkar di Saat Mencekam, Apalagi Sekarang!
Bahlil Lahadahlia mengajak berkaca pada Ridwan Hisjam, yang tetap bisa membawa Golkar bertahan saat dijadikan 'musuh bersama' di awal-awal reformasi.