Sengketa pengelolaan parkir di Sidoarjo tak berujung. Pihak ketiga, PT ISS kembali menggugat Kepala Dishub dan Bupati Sidoarjo.
Sorotan
ART dan Perkum Bisa Jadi Ganjalan, 6 Kandidat Ketum PBNU Berpotensi Terlempar!
ART dan Perkum NU bisa menjadi ganjalan. Enam kandidat ketua umum PBNU berpotensi terlempar dari pencalonan. Siapa saja?
KPK Ungkap Tarif Geser Plafon Hibah 15-20%, Apa Iya Hanya Sadad dan Mahhud yang Bermain?
Selain suap ijon, KPK mengungkap ada pergeseran plafon hibah pokir DPRD Jatim bertarif 15-20%. Apa iya hanya Anwar Sadad dan Mahhud yang bermain?
KPK Garap Klaster Anwar Sadad, Akankah Tuduhan Khofifah Terima Fee Hibah 30% Diusut?
KPK mulai menggarap klaster Anwar Sadad dalam kasus korupsi dana hibah Jatim. Akankah tuduhan Khofifah menerima fee 30% juga diusut tuntas?
PT ISS soal Banding Dishub Sidoarjo: Putusan NO, Jangan Seolah-olah Sudah Menang!
PT ISS tak tempuh kasasi terkait sengketa pengelolaan parkir karena putusan banding menyatakan NO. Dishub Sidoarjo jangan seolah-olah sudah menang.
DPRD Soroti Pengendalian Banjir di Surabaya: Masih Jadi PR Besar di 2026!
Meski sejumlah titik genangan berkurang di 2025, DPRD Surabaya menyebut pengendalian banjir di Kota Pahlawan masih menjadi PR besar di 2026.
4 Tersangka Korupsi Hibah Jatim Dibui, Kapan KPK Sikat Kelompok Sadad dan Iskandar?
4 dari 21 tersangka korupsi dana hibah Pemprov Jatim sudah ditahan, kapan KPK sikat kelompok Anwar Sadad dan Achmad Iskandar?
Dana Pemprov Jatim Rp 6,8 T Ngendap di Bank, Sekda hingga Khofifah Sibuk Membantah!
Gubernur Khofifah, Wagub Emil Dardak, hingga Sekdaprov Adhy Karyono sibuk membantah dana Pemprov Jatim Rp 6,8 triliun mengendap di bank.
Eri Cahyadi Bantah Dana Pemkot Surabaya Ngendap di Bank: Itu SiLPA Rp 234,44 M!
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi membantah dana Pemkot Surabaya mengendap di bank. Menurutnya yang benar yakni SiLPA per Oktober 2025 mencapai Rp 234,44 miliar.
Hasanuddin Berani Ijon hingga Rp 11,5 M dalam Korupsi Hibah Jatim, Berapa yang Dikeruk?
Tersangka korupsi dana hibah Pemprov Jatim, Hasanuddin berani menyuap aspirator hingga Rp 11,5 miliar. Berapa 'uang haram' yang dikeruk?