Surabaya Diterjang Banjir di Awal 2026, 97 Damkar Dikerahkan Sedot Genangan

Reporter : -
Surabaya Diterjang Banjir di Awal 2026, 97 Damkar Dikerahkan Sedot Genangan
BANJIR LAGI: Surabaya diterjang banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (4/1/2026) sore. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Usai diterjang banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (4/1/2026) sore, Pemkot Surabaya bergerak cepat menangani genangan di sejumlah kawasan.

Puluhan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dikerahkan untuk menyedot genangan di berbagai titik, dibantu armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta peralatan BPBD.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani mengatakan, percepatan penanganan banjir dilakukan dengan mengerahkan kekuatan maksimal armada dan personel. 

Dari total 97 unit kendaraan yang dimiliki DPKP Surabaya, mulai dari roda dua hingga roda 16 dengan berbagai spesifikasi, sebanyak 30 unit memiliki kemampuan khusus untuk melakukan penyedotan genangan air.

“Sejak pukul 16.00 WIB, petugas kami bergerak melakukan pantauan dan penyedotan genangan di sejumlah wilayah. Pergerakan armada bersifat dinamis, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan laporan masyarakat,” ujarnya.

Hingga Minggu malam, lanjut Laksita, DPKP Surabaya mencatat penyedotan genangan telah dilakukan di sedikitnya 18 lokasi.

Yakni di Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Rungkut Mejoyo Selatan, Simo Kalangan, Ketintang Telkom, Dukuh Kupang Timur, Tengger Kandangan, Jalan Gadung, kawasan Pandugo Baru depan RS EC, dan Ngagel Rejo.

Lalu Simo Hilir dekat bozem, Tanjungsari dan Simorejosari, Teluk Betung, Tenggilis Mejoyo depan SMAN 14, Simo Gunung, Wisma Sejahtera Jambangan, hingga area RS Ewa Pangalila. 

“Sejumlah titik tersebut telah berangsur surut, setelah dilakukan penyedotan intensif,” ucapnya.

Pantauan lanjutan juga dilakukan di berbagai ruas jalan dan fasilitas umum, seperti Jalan Margorejo dengan genangan sekitar 10 sentimeter, RSIA Kendangsari dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 30 sentimeter, RS Ubaya, Jalan Purimas, kawasan Putat Jaya, Kupang Baru, Gayungsari Barat, hingga Simo Hilir yang sempat tergenang hingga sekitar 60 sentimeter.

“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unit dari berbagai pos, termasuk Pos Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, Pakis TVRI, Margomulyo, serta dukungan armada DLH dan peralatan darurat BPBD Surabaya,” terangnya.

Laksita menandaskan, di tengah fokus penanganan banjir, petugas Damkar juga harus menangani lima hingga enam kejadian kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di beberapa lokasi. Kondisi tersebut sempat menjadi tantangan, namun seluruh kejadian dapat ditangani berkat koordinasi cepat antarpos.

“Meski beban tugas meningkat karena banjir dan kebakaran terjadi bersamaan, seluruh laporan tetap bisa tertangani. Pos-pos terdekat langsung bergerak sehingga tidak ada kejadian yang terabaikan,” ujarnya.

Mendukung operasional, DPKP Surabaya mengerahkan sekitar 150 hingga 180 personel. Para petugas bekerja tanpa henti sejak sore hingga malam, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain setelah genangan dinyatakan surut. 

Seluruh pergerakan armada dari 23 pos pemadam kebakaran dikendalikan secara terpusat melalui Command Center (CC) 112. 

“Mobil pemadam yang telah menuntaskan genangan di satu wilayah akan segera bergerak menuju lokasi lain yang masih belum surut,” jelasnya.

Laksita memastikan, Pemkot akan terus melakukan pemantauan dan penanganan lanjutan hingga seluruh genangan surut dan kondisi kota kembali kondusif.

“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem serta segera melapor jika menemukan genangan, atau kondisi darurat lainnya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, pihaknya turut menerjunkan puluhan armada untuk percepatan penyedotan banjir sebanyak 23 tangki, yang ditempatkan di berbagai wilayah untuk menjangkau titik genangan dengan cepat. 

“Kami menurunkan puluhan armada untuk percepatan penyedotan banjir, total 23 tangki yang ditempatkan di berbagai wilayah agar titik genangan dapat dijangkau dengan cepat,” katanya.

Selain itu, ucap Dedik, jajarannya secara rutin melakukan perantingan dan penanganan pohon tumbang, khususnya saat cuaca ekstrem, sebagai langkah antisipatif untuk memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat dan menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan kota.

“Kami rutin melakukan perantingan dan penanganan pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem. Prioritas kami adalah memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data DLH Surabaya, sepanjang Minggu sore hingga malam, petugas menangani sedikitnya delapan kejadian pohon tumbang dan sempalan, termasuk di depan Rusun Penjaringan Sari 4 akibat tumbangnya pohon tabebuya kuning berdiameter sekitar 30 sentimeter.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.