Khofifah Sebut Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84%, DPRD Singgung soal Pemerataan!

Reporter : -
Khofifah Sebut Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84%, DPRD Singgung soal  Pemerataan!
PEMERATAAN: Musyafak Rouf, pertumbuhan ekonomi harus dibarengi pemerataan pembangunan. | Foto: DPRD Jatim

SURABAYA | Barometerjatim.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membeber sejumlah capaian pembangunan Jatim saat upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Capaian tersebut meliputi penurunan kemiskinan, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, investasi, perdagangan, hingga peningkatan konektivitas wilayah. Dari sisi perekonomian, dia menyebut pertumbuhan ekonomi sebesar 5,84%.

“Pada Semester I-2026, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,84%, tertinggi se-Pulau Jawa, di atas rata-rata nasional, karena kerja keras kita semuanya,” kata Khofifah.

Melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, ekonomi Jatim Semester I-2026 terhadap Semester I-2025 meningkat sebesar 5,84% secara cumulative-to-cumulative (c-to-c), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 5,45%.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 10,76%. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh 19,80%.

Angka ini memang tertinggi se-Pulau Jawa. Bandingkan dengan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta yang masing-masing tumbuh 5,80%. Menyusul di bawahnya Jawa Barat 5,76%, Banten 5,57%, dan DKI Jakarta 5,55%.

Namun pertumbuhan tertinggi Triwulan II-2026 secara year-on-year (y-on-y) juaranya bukan Jatim, melainkan Di Yogyakarta yang tumbuh 5,75%, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 5,29%. Disusul Jawa Barat 5,73%, Jatim 5,72%, Jawa Tengah 5,71%, DKI Jakarta 5,52%, dan Banten 5,49%.    

Sementara itu Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf saat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim mengingatkan bahwa peringatan Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan capaian, mengevaluasi tantangan, serta memperkuat komitmen bersama menyongsong masa depan. 

"Ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dihitung dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Jatim, tandas Musyafak, merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional sekaligus penopang ketahanan pangan Indonesia. Potensi sektor pertanian, kelautan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga UMKM harus dikelola secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

"Pertumbuhan ekonomi harus dibarengi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Kebijakan dan anggaran daerah harus membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, mengurangi kemiskinan, serta menjamin kesejahteraan petani dan nelayan," ujarnya.{*}

| Baca Berita Terkait:

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.