Urus SIM-SKCK di Polres Gresik Tak Perlu Bawa Uang Tunai

-
Urus SIM-SKCK di Polres Gresik Tak Perlu Bawa Uang Tunai
INOVASI POLRES GRESIK: Peluncuran Cashless Payment System (CPS) inovasi Polres Gresik untuk meningkatkan, Rabu (17/10). | Foto: Barometerjatim.com/DIDIK HENDRIYONO GRESIK, Barometerjatim.com Polres Gresik tak henti meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terbaru, membuat terobosan dengan peluncuran Cashless Payment System (CPS). Sebuah layanan pembayaran PNBP  (Penerimaan Negara Bukan Pajak) SIM dan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) melalui proses pembayaran non tunai. Launching dihelat di Satpas Polres Gresik, dihadiri langsung Deputi Reformasi Birokrasi Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) M Yusuf Ateh serta Wakapolda Jatim Brigjen Pol M Iqbal, Rabu (17/10). Kapolres Gresik, AKBP Wahyu S Bintoro menuturkan, layanan terbaru ini selain menangkap kemajuan teknologi juga tantangan tersendiri karena Polres Gresik meraih predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Baca: Kemarau Panjang, Polres Gresik Beri Bantuan Air Bersih Program CPS ini bekerja sama dengan sejumlah mitra. Di antaranya BRI dengan program Brizzi, Go-Jek dengan program Go-Pay dan PT Telkomsel dengan program t-Cash. "Melalui CPS, transaksi pembayaran PNBP juga akan lebih memudahkan masyarakat. Cukup menggunakan aplikasi pembayaran yang ada, masyarakat tidak perlu repot membawa uang tunai untuk membayar PNBP, terangnya. Sementara Brigjen Pol M Iqbal mengatakan, di Polri ada slogan promoter sebagai simbol kepolisian melakukan penegakan hukum dan pelayanan publik secara profesional, modern dan terpercaya. Baca: Emil Dardak Ajak Sarjana Unigres Bangun Jawa Timur "Karena itu, harus selalu ada pembenahan birokrasi untuk merebut kepercayaan masyarakat," ucap Iqbal yang juga pernah menjabat Kapolres Gresik ini. Dia menambahkan, inovasi CPS ini guna meningkatkan pelayanan publik. Dengan layanan tersebut, masyarakat yang mengurus SIM dan SKCK dimudahkan pembayarannya, sehingga tidak perlu lagi membawa uang tunai. Selain itu, layanan ini untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Misalnya calo, baik dari oknum maupun orang luar. "Layanan cashless payment system ini menjadi percontohan di wilayah Jatim," tegasnya.
Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.