Digratiskan, Jembatan Suramadu Berubah Jadi Non Tol

-
Digratiskan, Jembatan Suramadu Berubah Jadi Non Tol
SURAMADU GRATIS: Presiden Jokowi didampingi Gubernur Soekarwo meresmikan penggratisan jalan tol Jembatan Suramadu, Sabtu (27/10). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR SURABAYA, Barometerjatim.com Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sepanjang 5,44 Km, resmi berubah menjadi jalan non tol setelah digratiskan. Perubahan status tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (27/10). Jokowi menjelaskan, penggratisan tol Suramadu ini bermula dari masukan tokoh masyarakat dan agama hingga Ikatan keluarga Madura (Ikamra). Pada 2015, mereka meminta agar tarif tol untuk kendaraan bermotor digratiskan. Masukan tersebut, oleh pemerintah kemudian dikaji dan diputuskan bahwa untuk tarif tol bagi pengguna kendaraan bermotor digratiskan. Baca: Bambang DH Sambut Positif Tol Jembatan Suramadu Gratis Setahun kemudian, para kiai, ulama dan tokoh masyarakat kembali mengajukan usulan agar tarif tol bagi kendaraan roda empat diturunkan. Tujuannya supaya ekonomi masyarakat Madura meningkat. "Setelah kami hitung, kami kaji kemudian digratiskan. Kemudian tahun 2016 ada masukan lagi agar tarif tol (untuk mobil) dipotong 50% dan kami putuskan," kata Jokowi. Namun melihat perkembangan yang ada, keberadaan tol di Suramadu belum memberikan hasil signifikan bagi perekonomian masyarakat Madura. Sehingga, tahun ini, setelah melakukan kajian diputuskan bahwa jembatan tol Suramadu berubah nama menjadi jembatan non tol. Jokowi memandang, selama ini keberadaan Jembatan Suramadu belum mampu mengurangi ketimpangan kemiskinan. Baca: Gus Ipang: Saya Bingung Kalau Ada Orang Tak Pilih Jokowi Berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan di Madura cukup tinggi mencapai 4-7 persen dibandingkan dengan masyarakat Surabaya, Gresik atau Sidoarjo. Sementara di Jatim angka kemiskinan di Madura mencapai 16-23 persen. Jokowi berharap, peresmian jembatan non tol ini bisa membuat ekonomi Madura tumbuh baik dan maju. Khususnya, bagi investasi yang akan datang seperti properti, wisata hingga turis dari luar berkunjung ke Madura. "Ini adalah keputusan atau bentuk dari rasa keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, utamanya masyarakat Madura," tegasnya.
Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.