Pengamat: Surabaya Pasca Risma Butuh Figur Sekelas Emil

-
Pengamat: Surabaya Pasca Risma Butuh Figur Sekelas Emil
TEKNOKRAT: Sosok sekelas Emil Dardak dibutuhkan untuk memimpin Suabaya pasca kepemimpinan Wali Kota TRi Rismaharini. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN SURABAYA, Barometerjatim.com Sejumlah nama kandidat di Pilwali Surabaya 2020 terus bermunculan. Namun dari nama yang beredar, dinilai belum merepresentasikan sosok wali kota yang tepat untuk meneruskan kepemimpinan Tri Rismaharini (Risma). Menurut Pengamat Politik asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman, Surabaya di 2020 butuh figur wali kota sekelas Emil Elestianto Dardak. "Dia memiliki komunikasi yang baik dengan elite politik. Dia memiliki kemampuan teknokrasi untuk mengolah kota wilayah seperti Surabaya," kata Airlangga yang juga CEO The Initiative Institute di Surabaya, Senin (29/10). Baca: Pilwali Surabaya! Berat Kalau PDIP Lawan Jagonya Khofifah Tak hanya itu, Emil juga dinilai memiliki komunikasi dan hubungan yang baik dengan dunia internasional. "Serta merepresentasikan suara milenial dan ibu-ibu. Mama-mama muda," tandasnya. Figur seperti itu yang memiliki performa kuat, karena Surabaya kota terbesar kedua setelah Jakarta. "Tidak harus berusia muda, terpenting merepresentasikan suara dan artikulasi dari kalangan muda," katanya. Namun Airlangga enggan menyebut nama, terkait siapa figur di Jatim yang memiliki kemampuan sekelas Emil untuk meneruskan kepemimpinan Risma, "Partai lah yang harus bisa mencari," katanya. Baca: Banser Dukung Fandi Utomo, NU Kian Terseret Politik Praktis Hanya saja, menurut Airlangga, Parpol tak akan buru-buru karena hajatan Pilwali Surabaya sangat penting. "Parpol akan mempertimbangkan dengan serius, dengan masak-masak tentang siapa yang akan dimajukan dalam pertarungan itu," katanya. Apalagi, Surabaya di bawah kepemimpinan Risma memunculkan banyak prestasi dan iniĀ  harus diapresiasi. "Tantangan ke depan ini setidaknya menjaga standar keberhasilan kepemimpinan di Surabaya," katanya. Baca: Pengamat: PKB-Fandi Utomo Bisa Dianggap Nggege Mongso Maka, papar Airlangga, yang dibutuhkan untuk pemimpin Surabaya tidak cukup politisi, tapi ada plusnya. Politisi dan figur yang mampu mengelola kota se-complicated Surabaya dengan segala perkembangan, pertumbuhan ekonomi maupun pengelolaan sosial. "Di situlah saya pikir, persiapan untuk menuju ke sana dari kalangan kekuatan politik yang ada, saat ini masih dipertimbangkan dengan masak," katanya.
Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.
Tag