Konflik kian panas di tubuh PBNU membuat syuriyah dan tanfidziyah terbelah. Dua-duanya menerbitkan risalah rapat harian yang berujung pencopotan jabatan.
KH Miftachul Akhyar
Konflik PBNU, Gus Hans: Kebiasaan Buruk Ganti Pimpinan di Tengah Jalan!
Sekjen Gernas Ayo Mondok, Gus Hans sesalkan gaduh upaya pemakzulan Ketum PBNU, Gus Yahya. Jangan bangun kebiasaan buruk ganti pimpinan di tengah jalan.
Gaduh Pemakzulan Ketum PBNU, Ada Apa dengan Gus Yahya dan Gus Ipul?
Di tengah isu bakal dimakzulkan dari Ketum PBNU, Gus Yahya ungkap hubungannya dengan Gus Ipul. Apa ada dengan keduanya? Sudah lama retak parah?
Gus Yahya Dipaksa Mundur dari Ketum PBNU! Ini Isi Risalah Rapat Harian Syuriyah
Gus Yahya harus mundur atau diberhentikan dari Ketum PBNU. Simak risalah rapat harian syuriyah PBNU yang ditandatangani Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.
Gus Yahya Kumpulkan PWNU se-Indonesia Usai Dipaksa Mundur, Bakal Melawan?
Dipaksa Rais Aam mundur dari Ketum PBNU, Gus Yahya kumpulkan Ketua PWNU se-Indonesia di Hotel Navator Samator Surabaya. Bakal melawan?
Hadiri Doa Bersama, PKS Apresiasi Ikhtiar Polda Jatim untuk Pilkada Aman dan Damai
SURABAYA | Barometer Jatim – Polda Jatim menggelar doa bersama agar Pilkada di Jatim berlangsung aman dan damai, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad S
PBNU Beber Pencopotan Kiai Marzuki dari Ketua PWNU Jatim: Tak Patuhi Organisasi, Sudah 3 Kali Kena SP!
SURABAYA | Barometer Jatim – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur mengungkap pemberhentian KH Marzuki Mustamar dari K
Waduh! Cucu Pendiri NU Tuding Rais Aam, Ketum, hingga Sekjen PBNU Arahkan PCNU ke Prabowo-Gibran
SURABAYA | Barometer Jatim – Mantan Wakil Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Abdus Salam Shohib menyebut pengurus teras PBNU mengarahkan pengurus P
Buntut Gugat PBNU Rp 1,5 M Terkait SK PCNU Jombang, Cucu Pendiri NU Dicopot dari Wakil Ketua PWNU Jatim!
SURABAYA, Barometer Jatim – Gaduh terkait Surat Keputusan (SK) PCNU Kabupaten Jombang berbuntut panjang. Selain PBNU digugat perdata Rp 1,5 miliar (