Apa Kabar Rusunami untuk Pasutri Gen Z? Nih Kesiapan Pemkot Surabaya!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Apa kabar Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) untuk pasangan suami istri yang tahun ini bakal dibangun Pemkot Surabaya untuk Gen Z?
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian menuturkan Pemkot Surabaya tengah memfokuskan langkah percepatan.
Baca juga: Warga Surabaya Diminta Segera Aktifkan DTSEN, Link Resmi Klik di Sini!
Saat ini, pembangunan Rusunami yang akan dilakukan di dua kawasan, Rungkut (Surabaya Timur) dan Tambak Wedi (Surabaya Utara) tersebut, menitikberatkan pada penyiapan lahan serta pematangan desain proyek agar segera dapat direalisasikan.
"Rusunami nantinya kita akan menyediakan konsep hunian ini berjenjang. Jadi yang sudah dimiliki Pemkot saat ini adalah Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa) subsidi yang sewa tertingginya Rp 150.000 per bulan. Itu untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," katanya, Senin (13/4/2026).
Skema hunian berjenjang tersebut, jelas Iman, akan dilanjutkan dengan Rusunawa nonsubsidi dengan tarif lebih tinggi untuk menutup biaya operasional, hingga akhirnya tersedia Rusunami sebagai hunian kepemilikan.
"Nanti jenjang berikutnya kita akan sediakan Rusunawa yang nonsubsidi, dan kemudian ada Rusunami yang berdiri di atasnya lahan," ujarnya.
Tahapan Awal Proyek
Menurut Iman, tahun ini Pemkot Surabaya tengah mengintensifkan tahapan awal proyek, terutama dalam memastikan kesiapan lahan, desain, serta skema pendanaan yang melibatkan investor. Seluruh aspek tersebut diupayakan rampung agar pembangunan dapat segera berjalan.
"Ini kita lagi jajaki di tahun ini. Kami upayakan tahun ini sudah penyiapan lahan, desain sudah clear, perhitungan investor juga sudah ada," paparnya.
Baca juga: Biar Kapok! 4 Pelaku Vandalisme di Gubeng Surabaya Disanksi Layani ODGJ
Selain itu, Iman mengungkap bahwa Pemkot Surabaya juga masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terkait dukungan terhadap program rusun, khususnya yang bersifat subsidi. Kebijakan tersebut nantinya akan diintegrasikan dalam pengembangan Rusunami di Surabaya.
"Kebetulan ini kita juga masih menunggu juknis dari Kementerian PKP, terkait dengan keberadaan dan dukungan untuk rusun subsidi. Nah, dari situ akan kita integrasikan," katanya.
Dukungan dari BUMN
Di sisi lain, Iman menyebut, pengembangan hunian vertikal di Kota Surabaya juga mendapat dukungan dari sektor lain. Termasuk rencana pembangunan berbasis Transit Oriented Development (TOD) oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kebetulan beberapa saat sebelumnya, dari BUMN (PT) KAI juga akan melakukan pembangunan di TOD. Kalau enggak salah mereka akan bangun di dekat Stasiun Gubeng. Itu cukup besar yang akan mereka sediakan," ucapnya.
Baca juga: Camat Bulak Bantah Tudingan Suap, Penataan Parkir Pantai Kenjeran Sesuai Prosedur!
Sebelumnya, Pemkot bersama DPRD Surabaya mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Yang Layak. Regulasi yang terdiri dari 12 bab dan 81 pasal itu menjadi landasan utama dalam menjamin keamanan, kenyamanan, serta kesehatan lingkungan tempat tinggal bagi masyarakat Surabaya.
Perda tersebut tidak hanya mengatur standar hunian layak, tetapi juga memuat ketentuan teknis terkait pembangunan Rusunawa dan rusunami sebagai alternatif penyediaan hunian bagi warga Surabaya.{*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur