Parkir Nontunai di Surabaya Sudah Jalan, Ada Jukir Nakal Langsung Dipecat!

Reporter : -
Parkir Nontunai di Surabaya Sudah Jalan, Ada Jukir Nakal Langsung Dipecat!
NONTUNAI: Pengendara di Surabaya manfaatkan pembayaran parkir nontunai, lebih nyaman. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran parkir nontunai untuk memberikan kemudahan transaksi.

"Parkir nontunai sudah jalan. Maka saya mohon warga Surabaya, kalau membayar, itu saya imbau untuk nontunai," ujarnya, Senin (5/1/2026).

Eri menjelaskan, sistem nontunai diterapkan agar tidak ada lagi praktik pembayaran parkir yang tidak sesuai ketentuan, termasuk pemaksaan tarif. 

Karenanya, dia meminta warga tidak ragu melapor jika menemukan oknum juru parkir (jukir) yang menolak pembayaran nontunai atau melakukan intimidasi.

"Agar tidak ada lagi yang (misal) bayar tunai tapi dipaksa Rp 10.000, tidak ada. Maka kalau warga Surabaya yang membayarnya nontunai, ternyata ada yang masih menolak atau tidak diperbolehkan atau diintimidasi, tolong laporkan ke Satgas Antipreman. Langsung kita ambil (jukirnya) kita ganti, kita copot," tegasnya.

Meski demikian, Eri menegaskan pembayaran tunai tetap diperbolehkan karena penggunaan rupiah tidak boleh ditolak. Namun dia mengingatkan agar warga tetap diberikan pilihan.

"Tapi kalau dia tetap membayar tunai, ya tetap boleh. Karena kan tidak boleh kita menolak rupiah. Tapi dengan catatan bahwa warga Surabaya punya pilihan untuk nontunai," jelasnya.

Selain itu, Eri menekankan pentingnya pembayaran nontunai untuk menghindari prasangka dan konflik di lapangan. "Jadi, saya imbau untuk nontunai, agar tidak ada siwak prasangka, tidak ada fitnah," katanya.

Terkait penerapan kebijakan tersebut, Eri memastikan sistem nontunai berlaku untuk seluruh jenis parkir, baik parkir Tepi Jalan Umum (TJU) maupun parkir yang masuk dalam pajak parkir.

"Semuanya. Karena kita sudah minta kepada seluruh parkir yang ada di pajak parkir, itu nontunai juga. Jadi semua parkir ini kita imbau nontunai, meskipun bisa bayar tunai," ujarnya.

Dia mencontohkan penerapan pembayaran nontunai di pusat perbelanjaan modern yang telah berjalan dengan baik. Penerapan nontunai ini dinilainya lebih memudahkan dalam pendataan jumlah kendaraan.

"Karena kalau parkir yang seperti di Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, itu kan juga nontunai. Karena apa? Karena kita bisa tahu jumlahnya kendaraan yang masuk berapa," katanya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.