Keras! MAKI Jatim Sebut Armuji Permalukan Martabat Arek Suroboyo

Reporter : -
Keras! MAKI Jatim Sebut Armuji Permalukan Martabat Arek Suroboyo
PERMALUKAN SURABAYA: Heru Satriyo (kiri) dan Drg David, sebut Armuji permalukan martabat arek Suroboyo. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – Langkah Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji menandatangani surat permohonan maaf dengan Ormas Madura Asli (Madas) Sedarah memicu pro dan kontra.

Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Korwil Jatim, Heru Satriyo menilai, permintaan maaf Armuji sebagai preseden buruk yang mencoreng kehormatan Surabaya sekaligus melemahkan wibawa kepemimpinan daerah.

“Ini bukan perkara sepele. Ini soal harga diri Surabaya dan kebanggaan arek Suroboyo. Kejadian ini memalukan dan mencoreng nama besar Kota Pahlawan,” geramnya, Kamis (8/1/2026).

Kritik lebih keras bahkan disampaikan Drg David, tokoh masyarakat Surabaya. Dia mengecam langkah Armuji yang secara sadar menandatangani surat permohonan maaf tersebut, karena menurutnya menunjukkan ketidakcermatan dan ketidakpekaan sebagai pejabat publik.

“Sebagai wakil wali kota, tindakan itu mencederai perasaan arek Suroboyo. Ini menorehkan luka mendalam dan bertentangan dengan karakter warga Surabaya yang selama ini dikenal berani dan tegas,” katanya.

Gelar Apel Siaga

Heru menambahkan, polemik ini justru membuka babak baru kegaduhan sosial di Surabaya. Dia menyebut situasi pasca kejadian berpotensi memicu dinamika perlawanan yang semakin masif, seiring menguatnya rasa ketersinggungan publik terhadap kepemimpinan kota.

Sebagai respons atas situasi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat sepakat menginisiasi Apel Siaga Arek Suroboyo Wani, yang diklaim sebagai bentuk penolakan terhadap premanisme sekaligus kritik atas narasi pengkotakan berbasis suku yang kembali mencuat di ruang publik.

“Apel siaga akan digelar di halaman balai kota. Ini akan menjadi simbol perlawanan dan dipastikan melibatkan massa dalam jumlah besar,” ujar Heru.

Apel tersebut disebut-sebut sebagai bentuk tekanan moral terhadap Pemkot Surabaya, sekaligus penegasan sikap keras arek Suroboyo terhadap segala bentuk narasi yang dinilai merendahkan identitas dan martabat warga.

Heru dan David bersama dua sosok lainnya, Purnama dan Ruddy, Gaol juga berencana mendatangi kampus Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya.

Mereka akan meminta klarifikasi langsung dari Rektor Unitomo Surabaya, Prof Siti Marwiyah terkait konsep dan desain mediasi yang dinilai turut memperkeruh suasana dan disebut digagas sepenuhnya oleh pihak kampus.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.