Hasil Survei PPP Masih Terpuruk di Jatim, Mardiono Sentil Kerja Elite Partai!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk kali pertama dalam sejarahnya terlempar dari Senayan, setelah gagal lolos parliamentary threshold (PT) atau ambang batas lolos DPR RI sebesar 4% pada Pemilu 2024.
Upaya kembali ke Senayan pun tampaknya cukup berat, mengingat tiga tahun jelang Pemilu 2029 elektabilitasnya masih terpuruk. Hasil survei Poltracking Indonesia September 2026 mencatat secara nasional di angka 1,9%. Pun di level Jatim, Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menyebut masih 1,5%.
Mereaksi hasil survei PPP, khususnya di Jatim yang merupakan salah satu wilayah basis, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Muhammad Mardiono menegaskan sebenarnya suara Partai Ka'bah di grassroot tetap utuh dan merata di seluruh wilayah.
“Surveinya PPP itu di awal-awal ya 1,5%, 2%. Karena apa? PPP itu basisnya itu di basis tradisional. Dan PPP itu menyebar di seluruh Indonesia,” katanya di sela menghadiri sarasehan politik yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Surabaya, Minggu (4/10/2026).
“Ada partai-partai tertentu yang kuatnya di Jatim misalnya. Kemudian ada partai tertentu lagi yang kuatnya ada di kota, tapi kalau di kabupaten, di tingkat daerah itu enggak pernah dapat keterwakilan. Tapi PPP itu menyeluruh,” sambungnya.
Calegnya Kurang Pas
Dia mencontohkan di Kota Surabaya. Pada Pemilu 2019, perolehan suara PPP lebih tinggi dibanding seluruh wilayah tetapi kursinya lebih rendah. “Karena apa, PPP itu merata, hanya pembagiannya yang waktu itu mungkin tidak pas Caleg-Calegnya,” nilainya.
Dia kemudian membuka kembali catatan pada Pemilu 2014, ketika PPP mendapatkan 39 kursi di DPR RI. “Berapa suaranya? Enggak jauh dari antara 8 sampai 9 juta,” katanya.
“2019 kita dapat 19 kursi, suaranya 8 juta. 2024 kita dapat suaranya segitu juga. Nah persoalannya apa? Suara yang 8 juta yang di daerah itu tidak terdistribusikan di kabupaten dan kota, di provinsi,” ujarnya.
Madura, misalnya. Menurut Mardiono konsisten dalam perolehan suara PPP. Raihan suara 400 lebih sedikit tapi Caleg DPR-nya malah 400 lebih. Artinya suara dari daerah merata sampai ke bawah, sampai tingkat provisi.
"Kemarin Pemilu kita kecelakaannya suara di daerah lebih dari 8-7 juta, di provinsi kita hanya 6,5 juta lebih, kemudian di tingkat pusat kita tinggal 5 juta," ujarnya.
Jadi, tandas Mardiono, suara PPP sejak era reformasi memang turun, tetapi 2014 sampai sekarang suara grassroot masih utuh. “Hanya kerja politik elitenya saja itu yang kurang ada kebersamaan, jujur harus saya akui,” ungkapnya.
Karena itu, perlu adanya Caleg-Caleg DPR RI yang potensial dan di Jatim untuk Pemilu 2029 banyak yang akan bergabung dengan PPP.
Siapa saja? “Ya adalah beberapa mantan anggota DPD RI, insyaallah. Sekarang (nama-namanya) belum saya berikan, nanti setelah nasional,” ujarnya.{*}
| Baca berita Pemilu 2029. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur