Jawaban Santai Jokowi soal Isu Komunis: Masa Ada PKI Balita

-
Jawaban Santai Jokowi soal Isu Komunis: Masa Ada PKI Balita
TAK ADA PKI BALITA: Jokowi tepis isu soal PKI dan menunjukkan gambar hoax mirip dirinya di depan podium DN Aidit saat pidato pada 1955. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN SURABAYA, Barometerjatim.com Tak hanya soal isu Tenaga Kerja Asing (TKA). Capres Joko Widodo (Jokowi) juga menepis terkait dirinya yang masih saja diisukan bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Jokowi meminta agar sejarah dirunut secara benar agar rakyat tidak keliru mendapatkan informasi. Sebab, dirinya baru lahir pada 1961 saat PKI dibubarkan pada 1965/1966. Artinya, saat itu Jokowi baru berusia empat tahun. "Enggak ada yang namanya PKI balita, enggak ada! Masa ada PKI balita? Ndak ada!" kata Jokowi saat menghadiri Apel Siaga Pemenangan Partai Nasdem Jatim di JX International, Surabaya, Minggu (28/10). Baca: Jokowi: Jangan Dibalik, Justru Tiongkok Antek Indonesia Karuan saja diksi "balita" yang dilontarkan Jokowi membuat 10 ribu lebih kader Nasdem terkekeh, sambil memberi aplaus panjang. Bahkan beberapa kader terdengar berteriak, "(Isu) ngawur!" katanya. "Coba dilihat digambar-gambar, saya kandang-kadang juga jengkel. Di gambar di media sosial, tahun 1955 DN Aidit (gembong PKI) pidato, di dekat dia ada saya coba," kata Jokowi sambil menunjukkan gambar di belakangnya, lagi-lagi disambut tawa hadirin. "Gambarnya kok ya persiiis saya. Saya lahir saja belum, itu kan 1955. Itu kan kebangeten lagi. Inilah yang saya sampaikan, cara-cara seperti ini adalah politik.." kata Jokowi yang disambut koor kader Nasdem: Sontoloyo!

"Enggak ada yang namanya PKI balita, enggak ada! Masa ada PKI balita? Ndak ada!"

Begitu pula soal isu kriminalisasi ulama. "Ini harus dijawab. Ulama yang mana? Yang dikriminalisasi itu siapa? Suruh sebutkan siapa? Kriminalisasi ulama yang mana?" katanya. Justru Jokowi merasa sangat dekat dengan ulama, karena hampir setiap hari bersama ulama dan hampir tiap minggu silaturahim ke pondok pesantren. "Sekarang Cawapres kita adalah topnya ulama Indonesia (KH Ma'ruf Amin), ketua MUI. Lha kok kriminalisasi ulama. Itu lagi yang namanya politik.." ujar Jokowi, lagi-lagi disambut koor kader Nasdem: Sontoloyo! Baca: Digratiskan, Jembatan Suramadu Berubah Jadi Non Tol Jokowi merasa perlu menjawab isu-isu tersebut, karena masyarakat seringkali dibuat bingung. Lebih-lebih dalam suasana Pilpres 2019 yang diwarnai perang isu. "Sekarang ini perang isu, tetapi kalau kita bisa menjelaskan secara baik, secara sederhana, bisa diterima masyarakat, akan sangat gampang sekali kita masuk dan berkomunikasi dengan rakyat," paparnya. ยป Baca Berita Terkait Jokowi, Pilpres 2019, Nasdem
Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.