Khofifah Berpeluang Besar Jadi Cawapres Prabowo, Gus Hans: Baguslah Kalau Bisa ke Jakarta!

| -
Khofifah Berpeluang Besar Jadi Cawapres Prabowo, Gus Hans: Baguslah Kalau Bisa ke Jakarta!
SINYAL BERPASANGAN: Prabowo bertemu Khofifah di Surabaya, Senin (13/2) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH

SURABAYA, Barometer Jatim – Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU), KH Zahrul Azhar As’ad turut mengomentari pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Restoran de Soematra 1910, Jalan Sumatera 75 Surabaya, Senin (13/2/2023) malam.

Ini merupakan pertemuan keduanya, setelah sebelumnya bertemu di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, 2 Mei 2022. Terlebih usai pertemuan kedua tersebut, Prabowo melempar kode kalau Khofifah cocok menjadi Cawapresnya di 2024.

“Saya dengar ada pertemuan antara Khofifah dan Prabowo. Walaupun agak sepi dari pemberitaan, mungkin value-nya tidak begitu menarik bagi publik, tapi saya melihat itu baguslah,” kata kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut, Sabtu (18/2/2023).

“Bagus kalau misalnya memang (Khofifah) bisa ke Jakarta dan dalam posisi wakil presiden, karena wakil presiden kan tidak posisi yang strategis, yang tidak menentukan. Jadi kalau sekadar mencari posisi, okelah!” tandasnya.

Sebab kalau Khofifah maju di trek Capres atau dalam poisisi membuat policy, menurut Gus Hans, publik bisa melihat sendiri hasilnya selama empat tahun ini memimpin Jatim, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Kan bisa kita lihat di Jatim jumlah kemiskinan masih tinggi (data Badan Pusat Statistik/BPS 4,2 juta) dan jumlah penghargaan yang diterima tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan,” katanya.

“Maka kalau misalnya hanya di pisisi wakil presiden, ya menurut saya lebih baik diambil saja, itu bagus,” imbuh Gus Hans yang juga Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (GNAN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim.

Tambah Tiga Penghargaan

Ya, selama empat tahun memimpin Jatim -- 13 Februari 2019 hingga 13 Februari 2023 – Khofifah memang sukses mengumpulkan ratusan penghargaan, data Pemprov Jatim mencatat sebanyak 267.

Penghargaan pertama bahkan sudah didapat pada 6 Maret 2019 atau baru 21 hari pasca dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur Jatim di Istana Negara, Jakarta, 13 Februari 2019.

Saat itu, Khofifah diberi penghargaan "Perempuan Satu Digit" oleh Badan Musyawarah Antar-Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (Bamag LKKI) di Kota Batu, karena dinilai mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia hingga 10 persen melalui sejumlah program.

Sedangkan penghargaan ke-267 diberikan Rektor Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, 2 Februari 2023, atas dukungan Khofifah terhadap pelaksanaan uji klinis fase 1,2,3 dan booster heterologous dewasa Vaksin Merah Putih (INAVAC) di RSUD Jatim.

Pundi-pundi penghargaan Khofifah bertambah, usai dua hari menggelar tasyakuran 4 tahun di Grahadi dengan mendapat tiga pengahrgaan lagi. Yakni dua penghargaan sekaligus dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang diterimanya di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis (16/2/2023) pagi.

Sore harinya, kembali menerima penghargaan “PWI Maritime Awards” dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang diserahkan Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim di Hotel Platinum Surabaya.

Namun 270 penghargaan tersebut tak berbanding dengan penurunan angka kemiskinan. Data BPS mengungkap, pada September 2022 kemiskinan di Jatim justru naik 55,22 ribu atau menjadi 4,24 juta orang (10,49%). Angka tersebut sekaligus menempatkan jumlah orang miskin di Jatim tertinggi se-Indonesia.{*}

» Baca Berita Pilpres 2024, Baca tulisan terukur Roy Hasibuan.

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.