3 Bulan Jelang Khofifah Lengser, Survei: Warga Jatim Soroti Penyediaan Lapangan Kerja dan Kemiskinan!

| -
3 Bulan Jelang Khofifah Lengser, Survei: Warga Jatim Soroti Penyediaan Lapangan Kerja dan Kemiskinan!
MENDESAK DISELESAIKAN: 3 hal utama jadi sorotan warga Jatim di ujung jabatan Khofifah. | Sumber Data: Survei ARCI

SURABAYA, Barometer Jatim – Tiga bulan jelang Khofifah Indar Parawansa lengser dari takhta gubernur, mayoritas warga Jawa Timur yang disurvei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menyoroti tiga hal ini dan menyebutnya sebagai masalah mendesak yang harus diselesaikan.

Apa saja? Dalam survei terbarunya yang digelar pada 5-15 September 2023, sebanyak 21,8% responden ARCI menyebut penyediaan lapangan kerja menjadi masalah mendesak yang harus segera diselesaikan. Lalu pengendalian kebutuhan pokok 18,3% dan pengentasan kemiskinan 16,5%.

Masalah lain di bawah 10%, yakni kesehatan 9,1%, penghapusan pendidikan zonasi 8,5%, lingkungan hidup dan bencana alam 6,3%, pengembangan UMKM 5,9%, pelayanan publik 5,6%, infrastruktur di perdesaan dan perkotaan 4,8%, sedangkan 3,2% responden tidak tahu/tidak menjawab.

Survei ARCI menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden yang tersebar proporsional di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Margin of error survei sebesar 2,8% pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.

| Baca juga:

Direktur ARCI, Baihaki Siratj menuturkan, meski tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Khofifah terbilang tinggi, 81,2%, faktanya mayoritas warga Jatim masih melihat penyediaan lapangan kerja, pengendalian kebutuhan pokok, dan pengentasan kemiskinan sebagai tiga masalah teratas dan mendesak untuk segera diselesaikan.

“Di ujung jabatannya Khofifan harus memperbaiki itu. Okelah tingkat kepuasan dikatakan tinggi saat ini, tapi di situ masih banyak ketimpangan. Artinya tiga hal itu menjadi penilaian masyarakat dari kepemimpinan Khofifah,” katanya, Minggu (24/9/2023).

Terlebih jika Khofifah maju lagi di Pilgub Jatim 2024. Maka tiga hal tersebut berpotensi jadi ganjalan kalau ada calon setara dan berhasil memanfaatkan isu tersebut.

“Khofifah harus menjaga ritme. Kalau tidak, maka bisa tersalip karena elektabilitasnya belum bisa dikatakan aman, angka 37,5% bagi seorang gubernur belum dikatakan aman. Apalagi di masa ujung terakhir jabatannya dan tidak dalam poisisi menjabat saat Pilgub Jatim 2024,” katanya.

Orang Miskin Terbanyak

TPT JATIM: Kondisi TPT di Jatim cenderung turun, meski masih lebih tinggi dibanding sebelum pandemi. | Sumber: BPS

Dalam lima tahun berjalan Jatim dipimpin Khofifah, orang miskin memang tercatat masih terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data BPS yang diumumkan pada 17 Juli 2023, penduduk miskin di Jatim per Maret 2023 masih 4,1 juta jiwa.

“Jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 4,189 juta orang, menurun 0,048 juta orang terhadap September 2022,” tulis BPS Jatim dalam laman resminya.

Secara persentase, penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 10,35% atau menurun 0,14% terhadap September 2022 dan menurun 0,03% terhadap Maret 2022. Di bawah Jatim, provinsi dengan penduduk miskin terbanyak kedua yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah, masing-masing sebanyak 3,8 juta jiwa dan 3,7 juta jiwa.

| Baca juga:

Sedangkan potret kemiskinan di perkotaan dan perdesaan, data BPS mencatat persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2022 sebesar 7,78% turun menjadi 7,50% pada Maret 2023. Namun persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2022 sebesar 13,90%, naik menjadi 13,98% pada Maret 2023.

“Dibanding September 2022, jumlah penduduk miskin Maret 2023 perkotaan turun sebanyak 49 ribu orang (dari 1,752 juta orang pada September 2022 menjadi 1,703 juta orang pada Maret 2023),” tulis keterangan BPS Jatim.

Angkatan Kerja dan TPT

MENINGKAT: Partisipasi angkatan kerja di Jatim cenderung meningkat dari Februari 2021 dan Februari 2022 | Sumber: BPS

Lantas, bagaimana dengan kondisi angkatan kerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim? Menilik data BPS Jatim, jumlah angkatan kerja pada Februari 2023 sebanyak 23,42 juta orang atau bertambah 378,88 ribu dibanding Februari 2022. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik 0,51% dibandingkan TPAK Februari 2022.

Lalu TPT Februari 2023 sebanyak 1,01 juta orang (4,33%) atau turun 0,48% dibandingkan dengan Februari 2022 dengan penduduk yang bekerja sebanyak 22,40 juta orang, meningkat 473,46 ribu dari Februari 2022.

Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor merupakan lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar (0,61%). Sebaliknya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami penurunan terbesar (0,59%).

| Baca juga:

Berikutnya, sebanyak 14,46 juta orang (64,54%) tercatat bekerja pada kegiatan informal, naik 2% dibanding Februari 2022. Persentase setengah penganggur turun 1,54%, dan persentase pekerja paruh waktu turun 1% dibandingkan Februari 2022.

BPS juga mencatat, terdapat 503 ribu orang (1,53% penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (25.081 orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (29.613 orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (9.958 orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (sekitar 438 ribu orang).{*}

  • 10 Provinsi dengan Orang Miskin Terbanyak di Indonesia Maret 2023
    1. Jawa Timur: 4 .188.810
    2. Jawa Barat: 3.888.600
    3. Jawa Tengah: 3.791.500
    4. Sumatra Utara: 1. 239.710
    5. NTT: 1 .141.110
    6. Sumatra Selatan: 1. 045.680
    7. Lampung: 970.670
    8. Papua: 915.150
    9. Banten: 826.130
    10. Aceh: 806.7501

 | Baca berita Kemiskinan. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.