MPLS Surabaya Dimulai Besok 13 Juli, Dindik Jamin Tak Ada Perpeloncoan!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026-2027 di Surabaya dimulai Senin besok, 13 Juli 2026. Pemkot Surabaya memastikan pelaksanaan berlangsung ramah anak, sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter.
Tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini juga akan diisi edukasi tentang bahaya narkotika, keamanan bermedia digital, hingga penguatan peran orang tua dalam mendampingi anak.
Baca juga: Lurah Tambak Wedi yang Dicopot Eri Cahyadi, Punya Harta Rp 1 Miliar!
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan seluruh sekolah negeri maupun swasta telah menerima sosialisasi terkait pelaksanaan MPLS sesuai ketentuan Permendikdasmen.
Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dipastikan berorientasi pada kenyamanan dan keamanan peserta didik baru, tanpa praktik perpeloncoan.
"MPLS harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan, bukan seperti praktik perploncoan di masa lalu,” kata perempuan yang akrab disapa Febri itu, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, selama sepekan MPLS siswa akan diperkenalkan dengan budaya sekolah, metode pembelajaran, program unggulan, tenaga pendidik, hingga berbagai fasilitas yang tersedia.
Pengenalan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab menjaga lingkungan sekolah.
Baca juga: Culture Night Surabaya, Aksi 14 Delegasi Dalam dan Luar Negeri Sedot Animo Pengunjung!
Namun, Surabaya tidak hanya memanfaatkan MPLS sebagai ajang adaptasi di lingkungan pendidikan. Tahun ini, Dindik juga menggandeng sejumlah instansi, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, penggunaan gawai secara bijak, serta kewaspadaan terhadap berbagai ancaman di ruang digital.
Selain menyasar siswa, Dindik Surabaya menyebut keberhasilan pendidikan karakter juga bergantung pada keterlibatan keluarga. Oleh sebab itu, orang tua akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang intens dengan anak selama masa pertumbuhan.
"Ketika anak sudah berada di rumah, orang tua perlu mengajak mereka berinteraksi, berdialog, dan mendengarkan cerita mereka. Hal sederhana seperti menanyakan kegiatan di sekolah dapat membuat anak merasa diperhatikan," ujarnya.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS akan menjadi ruang penguatan karakter peserta didik, melalui pendidikan agama dan berbagai edukasi tentang tantangan di era digital.
Baca juga: Eri Copot Lurah Tambak Wedi, Pengamat: Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik!
Rangkaian MPLS tahun ini juga akan diisi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hasil kolaborasi Dindik bersama Dinas Kesehatan Surabaya.{*}
| Baca berita Dindik Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur