Waspadai Kemarau, Lamongan Susun Cara Jaga Stabilitas Produksi Pangan!

Reporter : -
Waspadai Kemarau, Lamongan Susun Cara Jaga Stabilitas Produksi Pangan!
WASPADAI KEMARAU: Rakor penanganan dampak hidrometeorologi dan potensi bencana musim kemarau. | Foto: IST

LAMONGAN | Barometerjatim.com – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyusun sejumlah strategi untuk menghadapi potensi kemarau yang diprediksi berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air.

“Kondisi ini mendorong perlunya langkah antisipatif yang terukur dan terintegrasi sejak dini,” katanya usai hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (7/4/2026).

“Dalam rakor disampaikan, fenomena El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan hingga 20-40 persen dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026,” sambungnya.

Sejumlah strategi yang mulai disusun di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini, optimalisasi pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, dan sumur air, serta pemanfaatan pompanisasi dan irigasi perpompaan. 

“Selain itu, percepatan masa tanam dilakukan untuk mengejar sisa air hujan, disertai penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan,” beber Yuhronur.

Tidak hanya itu, peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi fokus guna mendukung percepatan tanam dan efisiensi produksi. 

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dalam pengaturan distribusi air irigasi dan dukungan sarana produksi pertanian,” ujarnya.

Di sisi penanganan bencana, sinergi antarlembaga diperkuat melalui kesiapan operasi modifikasi cuaca, dukungan sarana operasi udara untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penyiapan sistem pompanisasi untuk mengairi lahan terdampak kekeringan.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menegaskan, langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan akan diterapkan di Lamongan sebagai lumbung pangan nasional.

“Upaya ini tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga memastikan produksi pertanian tetap optimal sehingga swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui penyusunan strategi yang terintegrasi, tambah Yuhronur, diharapkan seluruh daerah termasuk Lamongan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026

“Sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perlindungan terhadap masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.{*}

| Baca berita Lamongan. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.