PKS Jatim Luncurkan Korps Trainer API: Pemimpin Itu By Design, Bukan By Accident!
SURABAYA | Barometerjatim.com – DPW PKS Jatim, lewat Bidang Kepemimpinan Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai (BPPKP), meluncurkan Korps Trainer Akademi Pemimpin Indonesia (API), Sabtu (11/4/2026).
Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana, menuturkan pembentukan korps trainer bukan sekadar program pelatihan biasa, melainkan bagian dari desain besar partai dalam mencetak pemimpin masa depan di Jatim.
Dia menyebut, korps inilah yang akan menjadi pengampu dalam menyiapkan anggota legislatif, baik di level daerah, provinsi, bahkan pusat, serta kepala-kepala daerah di Jatim.
“Pemimpin itu harus kita ciptakan by design, bukan by accident. Karena tantangan ke depan semakin kompleks, maka kader harus dipersiapkan dengan serius, sistematis, dan terarah,” ujarnya.
Bagus menjelaskan, penggunaan istilah “korps” mengandung makna kebersamaan dan semangat juang kolektif. Dia berharap, dari korps ini akan lahir pemimpin-pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki solidaritas tinggi dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.
“Korps itu kumpulan yang punya rasa korsa, satu sakit semua merasakan, satu bergerak semua bergerak. Ini yang ingin kita bangun dalam tubuh kader PKS,” tegasnya.
Capai Target Besar
Bagus menandaskan, kebutuhan pemimpin di Jatim sangat besar seiring dengan target politik PKS pada Pemilu mendatang. Untuk mencapai target tersebut, PKS membutuhkan ribuan kader yang siap mengisi berbagai posisi strategis, baik di legislatif maupun eksekutif.
“Kalau target 10 persen di Jatim, kita butuh calon anggota DPR RI, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten/kota dalam jumlah besar. Belum lagi kebutuhan manajer dapil, pengurus desa, hingga saksi TPS yang jumlahnya puluhan ribu,” paparnya.
Dia menambahkan, Korps Trainer API diharapkan menjadi motor penggerak dalam menyiapkan kader-kader tersebut melalui proses pelatihan, pendampingan, dan kaderisasi yang berkelanjutan.
Sementara itu Ketua BPPKP DPW PKS Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, menjelaskan pembentukan korps trainer merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang menekankan pentingnya penguatan ekosistem pelatihan kepemimpinan di internal partai.
“Kita butuh ekosistem trainer yang kuat, karena trainer ini adalah instrumen utama dalam melahirkan pemimpin yang tangguh. Tidak cukup hanya program, tetapi harus ada sistem pelatihan yang terstruktur,” ujarnya.
Politikus yang juga Sekretaris Fraksi PKS Jatim itu kemudian memaparkan hasil asesmen internal terhadap ratusan pengurus PKS di Jatim. Dari hasil tersebut, ditemukan aspek kepercayaan dan komunikasi sudah cukup baik, namun masih terdapat tantangan pada sisi akuntabilitas, manajemen, serta kaderisasi kepemimpinan.
“Ini menjadi catatan penting bagi kita. Ke depan, melalui API dan korps trainer ini, kita ingin memperkuat budaya organisasi berbasis kinerja, akuntabilitas, dan orientasi hasil,” ucapnya.
API, lanjutnya, akan fokus pada tiga segmen utama, yakni pengurus partai, pejabat publik, dan calon pejabat publik. Tujuannya memastikan seluruh elemen memiliki kapasitas kepemimpinan yang memadai.
“Harapannya, dari proses ini akan lahir pemimpin yang tidak hanya bersih dan profesional, tetapi juga memiliki jiwa kenegarawanan,” pungkasnya.{*}
| Baca berita PKS Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur