Pengunjung CFD Sidoarjo Tembus 18.030, Biaya Kerusakan Fasum Capai Rp 36 Juta!

Reporter : -
Pengunjung CFD Sidoarjo Tembus 18.030, Biaya Kerusakan Fasum Capai Rp 36 Juta!
MEMBLUDAK: Pelaksanaan Car Free Day di kawasan Alun-Alun Sidoarjo, dijubeli 18.030 pengunjung. | Foto: IST

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Arif Mulyono menuturkan evaluasi kegiatan Car Free Day (CFD) tidak hanya soal besaran pungutan yang ditarik dari pedagang.

Menurutnya, Pemkab juga perlu menghitung beban yang ditimbulkan dari meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Alun-Alun Sidoarjo, terutama persoalan sampah dan penggunaan fasilitas umum (fasum).

Arif menyebutkan, jumlah pengunjung CFD dapat mencapai sekitar 18.030 orang. Sedangkan jumlah personel untuk menangani kebersihan kawasan CFD hanya 44 orang.

Para petugas tersebut ditempatkan di 20 titik di area alun-alun dan 24 titik di kawasan sekitarnya. Mendukung penanganan sampah, DLHK Sidoarjo juga menyiapkan empat unit dump truck dalam setiap pelaksanaan CFD.

Tingginya jumlah pengunjung membuat kebutuhan penanganan kebersihan menjadi cukup besar. Karena itu, pengelolaan CFD tidak bisa hanya dibebankan kepada Pemkab. Pedagang, melalui paguyuban dan masyarakat yang menggunakan ruang publik, juga perlu mengambil bagian dalam menjaga kebersihan.

“Terkait sampah kami mengarahkan ke TPS3R terdekat. Berapa besarannya, silakan. Contoh di TPS Cemengbakalan sebesar Rp 5 ribu dengan penanganan sampah yang sudah diolah,” katanya dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan CFD bagi UMKM di Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (1/10/2026).

Beban Penggunaan

Selain persoalan sampah, Pemkab juga mengevaluasi penggunaan fasum selama pelaksanaan CFD. Menurut Arif, tingginya aktivitas masyarakat dan pedagang di kawasan Alun-Alun Sidoarjo turut memberikan dampak terhadap sejumlah fasilitas yang digunakan selama kegiatan.

Berdasarkan hasil evaluasi, total kerusakan fasilitas umum mencapai Rp 36,6 juta. Meliputi median Jalan Ahmad Yani senilai Rp 28,5 juta dan median Jalan Gubernur Suryo Rp 8,1 juta. Selain itu, fasilitas toilet umum juga mengalami kerusakan dan kelebihan beban penggunaan (overload).

Karena itu, Arif mengimbau Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan pembatasan pedagang. Sebab, banyaknya jumlah pedagang menambah jumlah kerusakan fasum seperti tanaman.

“Saat ini kami pasang police line untuk median jalan yang ada. Saya minta bantuan Pak Kadis Koperasi dan UMKM agar pedagang dibuatkan karcis untuk batasan,” ucapnya.

Sebelumnya dalam rapat tersebut, Bupati Subandi meminta paguyuban pedagang menurunkan nilai pungutan terhadap pedagang yang berjualan di kawasan CFD. Dari Rp 15-20 ribu menjadi Rp 5 ribu saja setiap jualan. 

"Jangan memberatkan para pedagang yang mencari nafkah. Kita ingin masyarakat bisa menikmati ruang publik, sementara pedagang juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berjualan,” katanya.

Alokasi nilai pungutan pedagang CFD Rp 5 ribu tersebut diusulkan Rp 2 ribu bagi paguyuban pedagang, dan Rp 3 ribu untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan CFD.

Subandi menegaskan, CFD bukan ruang yang dibangun untuk kepentingan bisnis. Karena itu, pungutan kepada pedagang perlu dibuat proporsional. Jangan sampai memberatkan pelaku usaha yang memanfaatkan CFD sebagai ruang untuk mencari penghasilan.

“Car Free Day ini berdiri bukan untuk kepentingan bisnis," tegasnya.

Menurut Subandi, pungutan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan internal paguyuban pedagang. Karena itu, penataannya perlu dibicarakan bersama antara paguyuban dan pemerintah, agar kebutuhan operasional tetap terpenuhi tetapi tidak membebani pedagang.{*}

| Baca berita Car Free Day. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.