Buka PPSN, Menag: Nilai-nilai Kepramukaan Sejalan dengan Teladan Rasulullah!

Reporter : -
Buka PPSN, Menag: Nilai-nilai Kepramukaan Sejalan dengan Teladan Rasulullah!
PRAMUKA SANTRI: Menag Nasaruddin Umar membuka PPSN VI di Ponpes Wisata An-Nur II Al Murtadlo Malang. | Foto: Pemprov Jatim

MALANG | Barometerjatim.com – Menteri Agama, Nasaruddin Umar membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI di Pondok Pesantren (Ponpes) Wisata An-Nur II Al Murtadlo, Kabupaten Malang, Kamis (1/10/2026) malam.

PPSN VI diikuti 4.500 santri, terdiri atas 3.000 santri dari Jatim dan 1.500 santri dari 33 provinsi lainnya. Pembukaan ditandai dengan peluncuran Saka Amal Bakti. Turut hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sekjen Kemenag Phil H Kamaruddin Amin, Dirjen Kemenag Basnang Said, dan Waka Kwarnas Asrorun Niam Sholeh.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin mengatakan PPSN menjadi momentum untuk membentuk santri yang tidak hanya tangguh dan terampil, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

“Banyak keterampilan yang dipelajari di Pramuka. Kader Pramuka itu harus berakhlakul karimah, itulah karakter Pramuka, itulah karakter santri. Kalau ikut kepramukaan, santri pasti jadi pembaharu,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan juga sejalan dengan keteladanan Rasulullah Saw, termasuk kedisiplinan, menjaga kesehatan, dan semangat berolahraga.

Pagar Betis NKRI

Sementara itu Khofifah mengajak santri pramuka menjadi bagian dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Santri pramuka harus menjadi pagar betis untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Khofifah menjelaskan, menjadi pagar betis berarti mengambil peran bersama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. 

Peran tersebut penting karena santri pramuka memiliki bekal pendidikan keagamaan sekaligus nilai-nilai kepramukaan yang menanamkan persaudaraan, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.

Dia kemudian mengajak para peserta melihat kembali sejarah Majapahit sebagai bagian dari perjalanan Nusantara dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Ini adalah Bumi Majapahit. Majapahit ini sangat kuat dalam artian harmoni di antara intern dan antarumat beragama dibangun luar biasa,” ucap Khofifah.

“Karena kalau kita mengenal kalimat Bhinneka Tunggal Ika, maka itu terlahir pada era Majapahit dan itu pusatnya ada di Mojokerto, dan inisiatornya dari Singosari Malang,” imbuhnya.

Khofifah juga mengajak peserta PPSN VI membangun kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, kepedulian tersebut sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Karena itu, dia mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui gerakan nyata bersama para peserta PPSN VI. Salah satunya melalui penanaman pohon dengan jumlah yang disesuaikan dengan jumlah peserta.

“Kalau pesertanya 7.000, insyaallah saya menyiapkan 7.000 pohon. Kalau pesertanya 10.000, kita siapkan 10.000 pohon,” ujarnya.{*}

| Baca berita Pramuka. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.