Tahanan KPK, Besok Syahri Dilantik Terpisah di Kemendagri

-
Tahanan KPK, Besok Syahri Dilantik Terpisah di Kemendagri
TAHANAN KPK: Syahri Mulyo saat ditahan KPK dalam kasus korupsi proyek infrastruktur. Besok dilantik sebagai bupati Tulungagung. | Foto: IST SURABAYA, Barometerjatim.com Sedianya, Senin (24/9) hari ini ada 13 pasangan kepala dan wakil kepala daerah yang dilantik Gubernur Jatim, Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Tapi khusus Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung terpilih, Syahri Mulyo dan Maryoto tidak ikut dilantik karena status Syahri sebagai tersangka kasus korupsi proyek infrastruktur di Tulungagung dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Secara khusus, Syahri akan dilantik di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (25/9) besok. Setelah melakukan pelantikan, gubernur Jatim akan menyiapkan surat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati. Baca: 12 Kepala Daerah Dilantik, Pakde Karwo: Penuhi Janji Politik! "Begitu setelah dilantik, saya membuat surat penunjukkan Plt dan langsung saya serahkan ke Mendagri dan yang ditunjuk ya wakilnya," kata Soekarwo. Terkait status Syahri usai dilantik, Pakde Karwo -- sapaan Soekarwo -- menuturkan, nanti pihaknya akan mengumumkan kembali, karena hingga saat ini belum ada undang-undang (UU) yang mengatur hal tersebut. "Nanti dikembalikan di tahanan, statusnya tetap tersangka. Nanti lah itu akan saya umumkan karena ndak ada peraturan yang mengatur itu," ujarnya. Baca: Dakwaan! Bupati Nonaktif Mojokerto Terima Suap Rp 4,4 M Menurut Pakde Karwo, jika proses hukumnya selesai dan dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana, maka Tulungagung akan dipimpin Sahri. "Jika dinyatakan bersalah akan ada proses pelantikan wakil bupati menjadi bupati," tambahnya. Ya, meski berstatus tahanan KPK, Syahri tetap memenangi Pilkada Tulungagung, 27 Juni lalu. Syahri yang diusung PDIP dan Partai Nasdem itu ditetapkan tersangka pada 8 Juni atau 19 hari jelang pemungutan suara. Syahri yang berpasangan dengan Maryoto Birowo (Sahto) menang telak dengan mengantongi 355.966 suara (59,8 persen), mengungguli lawannya Margiono-Eko Prisdianto (Mardiko) yang meraih 238.996 suara (40,2 persen).
Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.