Songsong Pemilu 2024, Gus Sadad: Jangan Pilih Calon yang Tak Sambung dengan Pesantren

-
Songsong Pemilu 2024, Gus Sadad: Jangan Pilih Calon yang Tak Sambung dengan Pesantren
HADIRI HAUL: Anwar Sadad, beri sambutan dalam acara haul di Ponpes Robithatul Islam Probolinggo. | Foto: Barometerjatim.com/IST PROBOLINGGO, Barometerjatim.com Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad menekankan pentingnya persatuan umat Islam. Dalam hadits Nabi Muhammad Saw digambarkan sebagai bangunan, yang masing-masing bagian dari bangunan tersebut saling memperkuat. Hal itu disampaikan Sadad di hadapan para kiai dan santri saat memberikan sambutan dalam acara haul di Pondok Pesantren (Ponpes) Robithatul Islam, Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (8/11/2022). Ilustrasi itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan persatuan umat Islam itu akan terbentuk, jika masing-masing saling menghormati peran dan fungsinya, tandasnya. Tampak hadir dalam acara haul sejumlah ulama kharismatik, di antaranya Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafiiyah Situbondo, KHR Azaim Ibrahimi; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, KH Munir Kholili; dan Pengasuh Ponpes Robithatul Islam, KH Hafidz Ahmad Bisyri. Dalam pandangan Islam, lanjut Sadad, setiap orang dapat bergerak dan berkontribusi dengan caranya sendiri, tapi titik temunya ada pada terwujudnya kemaslahatan. "Oleh karenanya, ukuran kesadaran keislaman itu terletak bagaimana seseorang dapat mendorong terwujudnya kemaslahatan," tandas legislator yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim tersebut. Nah, bagi politikus, ukuran kemaslahatan bisa dilihat dari seberapa besar keberhasilannya dalam proses pembuatan kebijakan yang bernilai maslahat. Karena itu, politik jangan dianggap sekadar ramai-ramaian, kampanye, pawai, naik motor, bukan. Politik adalah cara kita untuk memilih calon pemimpin yang nantinya bisa ngurusi dan memperhatikan urusan-urusan umat Islam, katanya. Sebab, lanjut keluarga Ponpes Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad itu, definisi politik di dalam ajaran kitab fikih adalah menjaga urusan-urusan keumatan. Jadi politik tidak sekadar mendapatkan jabatan saja, bukan. Mendapatkan jabatan iya, tapi tidak boleh titik, harus koma, ucapnya. Jabatan, papar Sadad, harus digunakan untuk kepentingan perjuangan Islam. Karena itu jangan salah pilih, jangan memilih orang-orang yang tidak sambung dengan pesantren, kiai, maupun pendidikan Islam. Saya mengingatkan, bahwa sebentar lagi tahun politik, marak pilihan lagi. Dalam memilih, ditimbang-timbang, yang sekiranya nanti orang yang dipilih itu sambung dengan pesantren, kiai, ulama, perjuangan Islam. Itulah nanti yang kita dukung, kata Sadad. Siapa orangnya? Tidak harus saya, tapi kalau pilih saya alhamdulillah. Kalau tidak pilih saya, ya innalillah, candanya yang disambut tawa hadirin. » Baca berita terkait Gerindra Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.
Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.