PDIP Unggul Segalanya di Surabaya, Pakar: Sinyal Menang Tebal Lebihi Nasional di 2024!

| -
PDIP Unggul Segalanya di Surabaya, Pakar: Sinyal Menang Tebal Lebihi Nasional di 2024!
PDIP BERSAMA WARGA: Ketua PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono rajin turun ke masyarakat. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometer Jatim – Hasil survei terbaru Surabaya Survey Center (SSC) menyebut PDIP unggul segalanya di Surabaya. Elektabilitasnya bahkan mencapai 46,7%, bandingkan dengan Parpol lain yang tak sampai 9%.

Melihat keterpilihan yang tinggi tersebut, Pakar Politik Universitas Airlangga (Unair), Hari Fitrianto sangat meyakini PDIP akan menjuarai lagi Pileg 2024 di Surabaya. Bahkan jauh meninggalkan Parpol lainnya.

"Secara nasional, PDIP akan menang lagi. Begitu juga di Surabaya, bahkan di Surabaya menangnya akan sangat tebal melebihi nasional," katanya.

Hari lantas mem-breakdown mengapa PDIP semakin digdaya di Kota Pahlawan. Pertama, atribut Parpol. Dalam survei SSC, 43,5% responden menyebut di rumahnya ada atribut PDIP. Pun soal atribut yang paling banyak dilihat di luar rumah, lagi-lagi PDIP jawaranya dengan angka 55,9%.

"Baru soal atribut saja PDIP sudah berjaya. Itu artinya apa, PDIP mampu menguasai visualisasi kampanye di tingkat offline," kata Hari, Kamis (19/1/2023).

Kedua, terkait gerakan kepartaian. Dominasi atribut menujukkan bahwa kader banteng bergerak kompak dan sering turun ke masyarakat. Hal itu dibuktikan 50,5% responden menyebut PDIP sering turun ke warga di berbagai tempat.

Ketiga, soal kampanye di media sosial (medsos). Hasil survei menunjukkan partai yang sering muncul di medsos yakni PDIP dengan angka 55,5%.

"PDIP sangat konsisten menggarap tiga hal ini. Yakni atribut, tim sukses, dan kampanye di medsos. Konsistensi PDIP menggarap dunia maya dan akar rumput inilah yang akhirya membuat elektabilitasnya sangat tinggi," ungkapnya.

Mesin Bergerak Maksimal

Selain ketiga faktor tersebut, lanjut Hari, masih hangat kedigdayaan gerakan mesin PDIP dalam memenangi Pilkada Surabaya 2020. Apalagi kandidatnya, Eri Cahyadi-Armuji menang telak di pemungutan suara. Ini membuat membuat mesin PDIP semakin mudah digerakkan setelahnya.

Begitu pula dengan pemilih muda, 41,3% menyatakan memilih PDIP. Hari mengatakan, hal itu tidak lepas dari strategi kampanye di medsos. PDIP mampu masuk di kehidupan anak-anak muda yang sangat aktif di dunia maya.

"Saat televisi kurang diminati anak-anak muda dan lebih memilih gawainya, PDIP berhasil masuk dan menggarap kampanye di medsos. PDIP berhasil masuk dalam gaya hidup anak-anak muda, yang semua kebutuhannya bisa didapat melalui gawainya," ujarnya.

Berikutnya, lanjut Hari, sayap partai yang dimiliki PDIP juga sangat aktif. Saat sayap partai lain ngos-ngosan, sayap PDIP justru mengembang melakukan kaderisasi di kalangan anak-anak muda.

"Sayap partai ini bisa digunakan untuk menjadi ceruk kaderisasi anak-anak muda. Partai lain belum mampu menggarap ini dengan maksimal, PDIP mampu untuk itu," ujarnya.

Hari juga menilai, PDIP menjadi partai yang mampu dan konsisten merawat pemilih tradisionalnya. Pemilih yang memiliki ideologi nasionalis, pemilih yang diidentifikasi sebagai wong cilik.

"Hattrick PDIP memenangkan Pilkada Surabaya selama tiga kali juga memiliki pengaruh besar. Sebab kepala daerah tersebut merupakan representasi PDIP. Saat era Wali Kota Pak Bambang DH, dilanjut Bu Risma dan sekarang Eri Cahyadi sukses, maka akan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat terhadap PDIP," pungkasnya.{*}

» Baca berita terkait PDIP Surabaya. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi.

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.