Bupati Sumenep Fauzi, 'Kuda Hitam' di Pilgub Jatim 2024 Terpilih Jadi Ketua Percasi Jatim

| -
Bupati Sumenep Fauzi, 'Kuda Hitam' di Pilgub Jatim 2024 Terpilih Jadi Ketua Percasi Jatim
NAKHODA BARU: Bupati Fauzi berpidato usai terpilih sebagai Ketua Percasi Jatim 2023-2027. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

SURABAYA, Barometer Jatim – Makin melambung saja saja nama Achmad Fauzi. Bupati Sumenep yang disebut-sebut sebagai 'kuda hitam' di Pilgub Jatim 2024 itu terpilih sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jatim periode 2023-2027.

Fauzi terpilih lewat Musyawarah Percasi Jatim di Gedung KONI Jatim, Minggu (28/5/2023). Bupati yang gencar memperjuangkan reaktivasi jalur kereta api di Madura itu terpilih secara aklamasi, setelah total 33 pemilik suara bulat memilihnya..

Usai terpilih, Fauzi memastikan akan terus berusaha untuk membawa Percasi Jatim semakin maju dan berkembang. Salah satu program yang akan dilakukan yakni meningkatkan pembinaan usia dini.

Hal itu dilakukan agar atlet catur Jatim bisa meraih prestasi membanggakan di semua kegiatan, baik skala nasional bahkan internasional.

“Yang pertama itu unggul. Lalu maju dan berdaya saing. Unggul ini akan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkaitan dengan atlet catur dengan memulai pembinaan usia dini,” bebernya.

Menurut Fauzi, untuk mencari bibit atlet terbaik di Jatim, pihaknya akan menggandeng pengurus di kabupaten/kota untuk melakukan jemput bola. Di antaranya menggelar event dan turnamen hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Partisipasi dari daerah harus terbuka dan jangan tertutup, pasti akan turun ke bawah untuk mencari bibit unggul,” ucapnya.

Fauzi juga memastikan akan transparan dalam mengelola anggaran di Percasi Jatim. Hal itu sangat penting, agar kinerja Percasi Jatim lebih maksimal dan akuntabel.

“Secara manajemen harus akuntabel dan terbuka, sehingga tidak ada kecurigaan karena organisasi itu harus terbuka termasuk berkaitan dengan keuangan,” jelasnya.

Dia juga berharap, agar semua pengurus Percasi Jatim bisa lebih kompak untuk bekerja mencari bibit-bibit atlet baru.

Fauzi menambahkan, setelah tim formatur terbentuk dan susunan kepengurusan disahkan, Percasi Jatim segera menggelar kejuaran dan turnamen di daerah. Fauzi optimistis Percasi Jatim bisa meraih prestasi maksimal, baik di Kejurnas dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2025.

“Pasti kita akan berjuang keras meraih target itu. Dari pengurus lama sudah menargetkan agar prestasi yang bisa diperoleh bisa berlipat-lipat,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Percasi Jatim demisioner, Yusuf Satriono optimistis Fauzi bisa menjadikan Jatim sebagai kiblat catur nasonal. Menurutnya, visi-misi Fauzi untuk mengagendakan kejuaran di daerah patut diapresiasi.

“Mudah-mudahan nanti di Kejurnas kembali lagi ke tangan Jatim. Kalau di PON harus belajar banyak dari Jabar dan Jatim,” katanya.

Top 3 Bursa Cagub Jatim

Nama Fauzi belakangan kian melambung, setelah namanya terus berkibar di bursa Cagub Jatim 2024. Bahkan dari hasil survei Accurate Research & Consulting Indonesia (ARCI) yang dilakukan pada 25 April-4 Mei 2023, nama Fauzi masuk tiga besar dengan mengantongi elektabilitas 7,5%, mulai 'megusik' incumbent Gubernur Khofifah Indar Parawansa (27,9%) dan Wagub Emil Elestianto Dardak (15,3%).

Direktur Eksekutif ARCI, Baihaki Siratj menuturkan, temuan tersebut menjadikan pertarungan menuju kursi Jatim 1 di 2024 akan berkutat pada tiga nama tersebut dan Fauzi yang merupakan representasi masyarakat Madura merupakan ‘kuda hitam’.

“Sebelumnya, kita belum mengetahui ada nama Achmad Fauzi. Tapi belakangan, seiring munculnya isu reaktivasi kereta Madura, namanya masuk sebagai kuda hitam di Pilkada Jatim,” ungkap Baihaki.

Selain reaktivasi jalur kereta, dalam temuan ARCI, masuknya nama Fauzi kuda hitam juga dilatari alasan lain, seperti keberhasilan tokoh muda Madura itu mengurangi angka pengangguran terbuka, termasuk pencapaian menurunkan angka kemiskinan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS Jatim mencatat, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada 2022 menyisakan 18,76%. Jumlah ini jauh menurun ketimbang 2021 yang mencapai 20,51%.

Sementara tingkat pengangguran terbuka pada 2022 tinggal 1,36%, berkurang dari 2021 sebesar 2,31%. Tak kalah menarik, data gini ratio pada 2022 juga menurun, menyisakan 0,266%. Angka gini ratio pada 2021 masih 2,31%.

Penurunan angka pengangguran terbuka dan indeks gini ratio ini, bahkan menjadi yang terbaik dari seluruh kabupaten/kota se-Jatim.{*}

» Baca Berita Sumenep, Baca tulisan terukur Roy Hasibuan.