Berapi-api! Relawan Deklarasi Dukung Bupati Fauzi Maju Cagub di Tengah Jatim Darurat Korupsi

| -
Berapi-api! Relawan Deklarasi Dukung Bupati Fauzi Maju Cagub di Tengah Jatim Darurat Korupsi
BERAPI-API: Asip Irama, berapi-api bakar semangat relawan dukung Fauzi nyagub Jatim 2024. | Foto: Barometerjatim.com/RQ

SURABAYA, Barometer Jatim – Di tengah Jatim darurat korupsi -- terbaru soal dana hibah, ratusan relawan menggelar deklarasi mendukung Bupati Sumenep, Achmad Fauzi maju calon gubernur (Cagub) Jatim 2024 di Agis Restaurant Surabaya, Senin (19/6/2023).

Deklarasi berlangsung semarak. Diawali dengan pawai angkutan kota (angkot) berstiker “Cak Fauzi Jatim 2024 Salam Settong Dhere (Satu Darah)” di sekitar Masjid Al Akbar Surabaya. Disusul kemudian ratusan relawan berjalan kaki membawa atribut Fauzi sambil melantunkan shalawat nabi. Pawai ini cukup menyita perhatian pengguna jalan.

Setibanya di Agis Restaurant, relawan yang terdiri dari berbagai kalangan -- termasuk sejumlah content creator -- kemudian menggelar deklarasi mendukung Fauzi yang juga Ketua DPC PDIP Sumenep running Cagub Jatim di 2024.

| Baca juga:

Sementara dari atas mimbar, Ketua Relawan Cak Fauzi Jatim 2024, Asip Irama tampil berapi-api membakar semangat relawan dengan yel-yel dan orasi dukungan.

“Dari Sumenep untuk Madura, dari Madura untuk Jawa Timur! Saya pastikan, yang hadir di sini mendukung Cak Fauzi mencalonkan diri sebagai gubernur, sepakat?” katanya yang dijawab relawan dengan koor, “Sepakat!”

Asip melanjutkan, pasca dipimpin Raden Panji Mohammad Noer (M Noer/Cak Noer), gubernur legendaris yang menjabat selama sembilan tahun (1967-1976) yang adil, merakyat, dan dekat dengan semua kalangan, hingga kini Jatim belum mengalami kemajuan berarti.

“Oleh sebab itu, atas restu ulama Madura, saya akan pimpin kemenangan Cak Fauzi di Jatim. Merdeka! Takbir!” pekiknya yang semakin disambut gemuruh relawan.

| Baca juga:

Terlebih, ucap Asip, saat ini Jatim semakin dilanda darurat korupsi dengan mencuatnya penyelewengan dana hibah yang bersumber dari APBD Jatim.

“Supaya saudara-saudara semua membuka mata, korupsi triliunan rupiuh terjadi di Madura tapi Madura tak ada pembangunan. Madura hanya dijadikan objek korupsi oleh pejabat Jatim,” katanya.

Diketahui, hari-hari ini tengah disidangkan perkara korupsi dana hibah Jatim dengan terdakwa Wakil Ketua DPRD Jatim (noaktif) Sahat Tua Simandjuntak. Sebelumnya, Abdul Hamid dan Ilham Wahyudi alias Eeng masing-masing divonis 2 tahun 6 bulan pidana penjara karena terbukti menyuap Sahat hingga Rp 39,5 miliar terkait hibah untuk Pokmas di Sampang, Madura.

Maka, lanjut Asip, “Saatnya mulai hari ini kita kumandangkan orang Madura harus memimpin Jatim demi Jatim yang lebih sejahtera. Dan perlu diingat, Madura itu bukan hanya soal pulau tapi juga soal keadilan, kami menuntut kepada Pemprov Jatim untuk berlaku adil terhadap Madura.”

Mampu Ratakan Pembangunan

SEMANGAT: Relawan berjalan kaki menuju arena deklarasi dukung Fauzi nyagub Jatim 2024. | Foto: Barometerjatim.com/RQ

Mengapa Jatim harus dipimpin Fauzi? “Cak Fauzi ini mampu mengentaskan kemiskinan, pengangguran dan lain-lain. Cak Fauzi juga mampu memeratakan pembangunan, salah satunya pembangunan PLN di kepulauan Sumenep, apalagi kalau diberi amanah memimpin Jatim. Oleh sebab itu, tak ada alasan bagi kami tidak mendukung Cak Fauzi,” katanya.

Selain itu, Fauzi disebutnya mempunyai visi, mampu menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dia juga punya keberanian yang cukup, termasuk berani menyuarakan reaktivasi jalur kereta api di Madura yang seharusnya tugas Pemprov Jatim untuk menyuarakan.

“Ini bukan hal yang mudah, sangat sulit sekali. Padahal sebenarnya ini tugas Pemprov Jatim untuk menyuarakan ke pusat supaya reaktivasi jalur kereta segera diwujudkan,” katanya.

| Baca juga:

Apakah Fauzi sudah menyatakan kesetujuannya didukung maju Cagub Jatim di 2024? “Kami belum bertemu beliau terkait dukungan kami ini, tapi kami mengajukan proposal agar Cak Fauzi maju,” tegas Asip.

Sedangkan soal deklarasi yag digelar di tengah kasus dana hibah Pemprov Jatim, Asip menyatakan ini sekaligus pesan bahwa Jatim darurat korupsi dan mirisnya korupsi itu terjadi di Madura.

“Jadi alasan pertamanya darurat korupsi. Kedua, termarjinalkannya pembangunan di Madura. Madura ini jalanannya macet, tidak ada pembangunan jalan. Tapi misalnya tadi, reaktivasi jalur kereta bukan disuarakan Pemprov Jatim, tapi justru Cak Fauzi yang sebenarnya bukan tugas beliau,” jelas Asip.{*}

| Baca berita Pilgub Jatim. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.