Mengaku Ditelantarkan dan 11 Kali Tak Dikasih Makan, Jamaah Haji Sidoarjo Gugat Kemenag Rp 1,1 M!

| -
Mengaku Ditelantarkan dan 11 Kali Tak Dikasih Makan, Jamaah Haji Sidoarjo Gugat Kemenag Rp 1,1 M!
GUGAT KEMENAG: Prayitno usai daftarkan gugatan ke PN Sidoarjo. | Foto: Barometerjatim.com/HADI

SIDOARJO, Barometer Jatim – Seorang jamaah haji asal Kabupaten Sidoarjo, Prayitno menggugat Kementerian Agama (Kemenag), Kemenag Jatim, dan Kemenag Sidoarjo terkait pelayanan buruk penyelenggaraan haji 2023.

"Gugatan sudah kami daftarkan di PN (Pengadilan Negeri) Sidoarjo," ucap pria yang berprofesi sebagai pengacara itu usai keluar dari Kantor PN Sidoarjo, Jalan R Soeprapto, Senin (14/8/2023).

Dalam gugatan yang terdaftar dengan nomor perkara 250/Pdt.G/2023/PN Sda, Prayitno meminta para tergugat untuk membayar ganti rugi Rp 1,150 miliar, karena telah menelantarkan dan tak memberi makan sebanyak 11 kali kepada jamaah haji 2023.

"Rinciannya 3 hari di Makkah 9 kali tidak dikasih makan, alasannya kateringnya fokus ke Arafah dan Minah," ucap jamaah haji 2023 asal Kecamatan Candi, Sidoarjo kloter 17 itu.

| Baca juga:

"Dan yang yang 2 kali di Muzdalifah tidak dikasih sarapan, bahkan air minum tidak ada sampai makan siang juga tidak dikasih. Baru dikasih jam 5 sore itu untuk makan malam," tambahnya.

Tak hanya itu, pria 48 tahun itu juga mengaku ada penelantaran jamaah haji ketika di Muzdalifah. Menurutnya, jamaah yang datang tengah malam dari Arafah ke Muzdalifah janjinya dijemput setelah shalat shubuh.

"Namun kenyataannya dijemput jam 9 pagi sampai jam 11 siang, saya yang jam 11 siang itu. Ada jamaah lain yang dijemput jam setengah 2 siang," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Prayitno meminta kepada para tergugat agar meminta maaf kepada seluruh jamaah haji 2023 melalui media massa, serta meminta ganti rugi atas penelantaran karena tidak diberi makan.

"Total sebesar Rp 150 juta untuk materilnya dan Rp 1 miliar untuk immaterilnya," jelasnya.

| Baca juga:

Sementara itu Kepala Kemenag Sidoarjo, Arwani menyampaikan sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jatim terkait gugatan tersebut.

"Kami sudah sampaikan (Kanwil Kemenag Jatim) dan siap untuk menghadapi," ucapnya.

Arwani menjelaskan, penggugat sempat datang ke kantor Kemenag Sidoarjo untuk berkomunikasi sebelum menempuh jalur gugatan di pengadilan.

"Beliaunya berkomunikasi terkait itu dan kami terima baik. Pada akhirnya menempuh jalur gugatan itu, silakan! Kami menghormati hak hukum setiap warga," jelasnya.{*}

| Baca berita Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.