Setelah Cak Imin Hengkang Tersisa Yusril, Airlangga, dan Erick Thohir, Siapa Pilihan Prabowo?

| -
Setelah Cak Imin Hengkang Tersisa Yusril, Airlangga, dan Erick Thohir, Siapa Pilihan Prabowo?
AKRAB: Ahmad Muzani dan Yusril Ihza Mahendra berbincang di acara PBB. | Foto: Barometerjatim.com/RQ

SURABAYA, Barometer Jatim – Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memilih menjadi bakal Cawapres mendampingi Anies Baswedan. Pasca ketua Umum PKB itu hengkang, kini bakal Cawapres di Koalisi Indonesia Maju tersisa tiga nama: Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra; Ketum Golkar, Airlangga Hartarto; dan Menteri BUMN, Erick Thohir yang diusulkan PAN.

Hal itu dikatakan Yusril usai menghadiri Konsolidasi Zona II Pemenangan Pileg PBB dan Pemenangan Prabowo Capres 2024 di DBL Arena Surabaya, Minggu (3/9/2023). Lantas, dari ketiga nama tersebut, siapa yang akan dipilih Prabowo Subianto menjadi Cawapresnya?

“Ya tentu saja kami menghormati tokoh-tokoh yang diajukan oleh Parpol tersebut sebagai Cawapres,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

| Baca juga:

“Tentu saja Parpol yng mendukung Pak Prabowo punya cara pandang tersendiri. Tapi, tadi disampaikan oleh Pak Ferry (Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor) keputusan untuk menentukan Cawapres diserahkan kepada Pak Prabowo,” tegasnya.

Kapan Cawapres pendamping Prabowo dideklarasikan? “Pokoknya sebelum pendaftaran, putus! Ya pokoknya tanggal 16 Oktober itu hari terakhir pendaftaran, insyaallah sebelum itu tentu akan diputuskan,” katanya.

Namun Muzani enggan menjawab saat ditanya apakah Cawapres tersebut dari Jawa Timur. “Pokoknya semua pertimbangan kita dengar, tokoh-tokoh dari banyak daerah,” elaknya.

| Baca juga:

Sedangkan Yusril menuturkan, biarlah ketiga nama tersebut mencuat ke publik. Masyarakat juga bisa menilai, memberikan masukan, komentar, dan pada akhirnya diputuskan bersama oleh koalisi. Namun keputusan terakhir tetap di tangan Prabowo.

“Saya barangkali merupakan salah satu alternatif dalam pencalonan itu, tapi ya tidak ngotot-ngotot jadi kandidat,” katanya diiringi senyum tipis.

Yusril juga berharap Koalisi Indonesia Maju tetap menjadi koalisi yang harmonis. “Tidak ambisi-ambisian, terus memaksakan kehendaknya sendiri. Kemudian kalau kehendaknya tidak dipenuhi terus marah, terus keluar. Kita berharap tidak seperti itu,” ujarnya.{*}

| Baca berita Pilpres 2024. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.