Akuntabilitas Kinerja, Pemkot Surabaya Kembali Raih SAKIP Predikat Memuaskan!

| -
Akuntabilitas Kinerja, Pemkot Surabaya Kembali Raih SAKIP Predikat Memuaskan!
KINERJA MEMUASKAN: Eri Cahyadi terima penghargaan prestasi SAKIP predikat A. | Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometer Jatim – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sukses mempertahankan predikat A (memuaskan) untuk penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2023.

Penghargaan atas prestasi tersebut diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam program “RBExperience” yang dihadiri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dan sejumlah menteri, Rabu (6/11/2023).

Dengan mempertahankan predikat A, Surabaya sukses melanjutkan prestasi pada 2022. Penilaiannya terdiri dari berbagai indikator perencanaan dan pengukuran kinerja birokrasi secara rigid dan terukur.

Sedangkan penerima penganugerahan zona integritas di lingkungan Pemkot Surabaya kali ini, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Dari total 514 kabupaten/kota di Tanah Air, hanya 15 kabupaten/kota yang memiliki predikat SAKIP A.

“Tentu penghargaan ini bukan tujuan karena gol akhir Pemkot Surabaya adalah untuk masyarakat. Penghargaan ini menjadi bahan evaluasi tentang bagaimana akuntabilitas kinerja dijalankan, tentang bagaimana dampak kinerja bisa kita ukur dengan baik,” ujar Eri.

| Baca juga:

Dia membeberkan, kunci akuntabilitas kinerja adalah mendetilkan semua perencanaan hingga pengukuran hasil program yang telah dijalankan, dengan fokus pada dampak yang berkaitan dengan penurunan kemiskinan, peningkatan investasi, penguatan belanja produk dalam negeri, digitalisasi pelayanan publik, hingga penurunan stunting.

Pemkot Surabaya, kata Eri, juga melakukan transformasi paradigma kerja agar lebih efektif dalam melahirkan dampak positif ke masyarakat.

“Kami melakukan transformasi bagaimana memacu efektivitas kerja Pemkot Surabaya. Kami bikin ada klasifikasi ketat, bahwa minimal 80 persen kerja birokrasi harus berkaitan dengan outcome dengan dampak yang langsung dirasakan masyarakat,” kata Eri.

“Dan hanya tak sampai 20 persen yang berkaitan dengan aktivitas administrasi seperti perencanaan serta pelaporan,” jelas mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya tersebut.

Kinerja Terukur Baik

Dampak kinerja pun terukur dengan baik. Tingkat kemiskinan berhasil diturunkan menjadi 4,65% per Maret 2023 berdasarkan data terbaru BPS. Angka investasi per semester I/2023 juga meningkat menjadi Rp 19,9 triliun. Surabaya juga berhasil menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara signifikan menjadi 7,62%.

Selain itu, Surabaya menjadi pencetak rekor penurunan prevalensi stunting terbaik se-Indonesia. Prevalensi stunting Surabaya berada di angka 4,8% menurut SSGI 2022 yang merupakan yang terendah di Tanah Air.

Bila berdasar bulan penimbangan serentak, prevalensi stunting di Surabaya malah jauh lebih rendah lagi. Penurunan stunting di Surabaya sangat signifikan lantaran pada 2021 prevalensinya masih di angka 28%.

| Baca juga:

Lalu jumlah balita stunting di Kota Pahlawan hingga bulan November 2023 tinggal 344 kasus, menurun drastis dibanding 2022 yang tercatat ada 923 balita mengalami stunting.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin mengapresiasi instansi pemerintah yang terus bekerja dan berhasil meningkatkan akuntabilitas kinerjanya.

“Sejumlah capaian tersebut hendaknya menjadi pendorong dan penyemangat bagi kita untuk terus berbenah,” katanya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.