Kiai Mutawakkil: Prabowo Pilihan Kaum Santri karena Hatinya Menyatu dengan Hati Para Kiai!

| -
Kiai Mutawakkil: Prabowo Pilihan Kaum Santri karena Hatinya Menyatu dengan Hati Para Kiai!
NOMOR 2 PILIHAN: KH Hasan Mutawakkil Alallah, nomor 2 harus jadi perhatian dan pilihan. | Foto: IST

PROBOLINGGO | Barometer Jatim – Ada saja cara Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong Probolinggo, KH Hasan Mutawakkil Alallah dalam mengajak para santri untuk memilih Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Bukan dengan orasi berapi-api, tapi lewat pantun yang gemoy.

“Saya akhiri sambutan saya ini dengan 3 pantun, tapi yang harus diperhatikan pantun nomor 2. Nomor berapa?” tanyanya yang dijawab santri dengan koor “2” saat memberi sambutan dalam acara Doa Santri untuk Negeri yang dihadiri Prabowo, Selasa (2/1/2024). Turut mendampingi Prabowo yakni Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad.

"Jadi nomor 2 harus jadi perhatian dan pilihan,” tandas kiai yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut.

“Pantun pertama. Habis renang ketemu mantan,” kata Kiai Mutawakkil yang disambut koor: Cakeeep! “Menyimpa sadal di kolong dipan. Hati senang kehadirah Menhan, dialah jenderal 08.”

| Baca juga:

“Ini pantun yang nomor 2. Perhatikan ya, nomor 2 penting. Nomor berapa yang penting?" tanya Kiai Mutawakkil yang lagi-lagi disambut koor “2”.

“Dari Situbondo pergi ke Bekasi nginep di Batu mampir Kediri. Kenapa Bapak Prabowo menjadi pilihan kaum santri, karena hatinya menyatu dengan hati para kiai.”

Kiai Mutawakkil kemudian melontarkan pantun ke-3. “Buah pepayah buah mengkudu, beli durian dari Mojokerto. Ayo wujudkan Indonesia maju di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto.”

Sebelum benar-benar mengakhiri sambutannya, Kiai Mutawakkil kembali menambahkan satu pantun untuk semuanya.

“Musik dangdut syairnya syahdu, gendangnya asyik serulingnya merdu. Ayo sukseskan pelaksanaan Pemilu, bersikap simpatik tak mempan diadu.”

| Baca juga:

Dalam pidatonya, Kiia Mutawakkil juga menyampaikan bahwa hanya dua calon pemimpin nasional yang diterima di pesantren yang telah berusia 184 tahun tersebut.

Pertama, yakni KH Ma'ruf Amin ketika dipilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai Cawapresnya di Pilpres 2019. Waktu itu Kiai Ma’ruf masih menjabat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan kemudian beralih ke mustasyar setelah resmi menjadi Cawapres.

“Ketika proses kampanye beliau menelepon saya mau ke Genggong, kami terima. Yang kedua, hari ini, yaitu Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto,” katanya.{*}

| Baca berita Pilpres 2024. Baca tulisan terukur Abdillah HR | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.